Tel Aviv, MINA – Mayor Jenderal (Purn.) Itzhak Brik mengeluarkan peringatan keras bahwa Israel berpotensi runtuh sebelum merayakan seabad kemerdekaannya pada 2048.
Dalam artikel opini di harian Maariv, yang dikutip, Senin(9/2), Brik menyoroti perpecahan internal yang mendalam dan isolasi internasional yang meningkat sebagai ancaman serius bagi kelangsungan negara.
Brik menggambarkan masyarakat Israel saat ini sebagai terkoyak dari dalam, dengan kebencian yang mengakar antara kelompok sosial, sayap politik kanan dan kiri, serta antara warga Yahudi dan Arab.
Ia mengkritik kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dinilai mengutamakan kelangsungan kekuasaan di atas kepentingan nasional.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Di mata dunia, Israel semakin dipandang sebagai negara yang menimbulkan kejijikan dan penolakan, imbas dari keputusan dan operasi militernya. Fenomena ini turut mendorong peningkatan angka emigrasi warga Israel sebanyak 39 persen pada 2024.
Menurut Brik, ketahanan Israel di berbagai sektor, mulai dari keamanan, ekonomi, hingga infrastruktur telah terkikis.
Solusi satu-satunya, ia menekankan, adalah dengan menyerahkan kepemimpinan kepada generasi muda yang diharapkan dapat mengubah polarisasi menjadi kolaborasi dan keputusasaan menjadi tanggung jawab.
Peringatan ini muncul di tengah agresi militer selama hampir dua tahun di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, serta serangkaian konflik Israel dengan Lebanon, Iran, Suriah, dan Yaman, yang semakin memperburuk citra dan stabilitas negara.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic