Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Pentagon Emosi Saat Dicecar DPR AS Terkait Perang Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 21 Mei 2026 - 08:44 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:44 WIB

48 Views ㅤ

Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper (foto: Wiki)

Washington, MINA – Seorang jenderal tinggi Pentagon Kepala Komando Pusat CENTCOM Laksamana Brad Cooper menunjukkan kemarahan saat menjalani sidang dengar pendapat di Kongres Amerika Serikat baru-baru ini terkait keterlibatan militer AS dalam konflik Iran.

Ketegangan terjadi ketika sejumlah anggota DPR AS terus mendesak penjelasan mengenai arah strategi Washington dalam menghadapi eskalasi perang di Timur Tengah. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (21/5).

Dalam sidang tersebut, anggota parlemen mempertanyakan efektivitas operasi militer AS serta potensi meluasnya konflik dengan Iran.

Beberapa legislator juga menyoroti besarnya anggaran perang dan risiko keterlibatan Amerika dalam konflik berkepanjangan yang dinilai dapat membebani ekonomi serta stabilitas politik domestik.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

pentagon/">Jenderal Pentagon tersebut kemudian bereaksi keras ketika ditanya mengenai kemungkinan kegagalan strategi militer AS menghadapi Iran. Ia menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap menjalankan operasi sesuai mandat keamanan nasional dan menyebut kritik yang terlalu politis dapat melemahkan moral pasukan di lapangan.

Perdebatan di Kongres terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik Amerika terhadap eskalasi konflik Iran-Israel yang berpotensi menyeret AS lebih jauh ke dalam perang regional.

Sejumlah pengamat menilai tekanan politik terhadap Pentagon semakin besar karena pemerintah AS hingga kini belum mampu menghadirkan kepastian terkait arah penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran terus memperkuat posisi militernya dan mengancam akan membuka front baru apabila AS dan Israel kembali melakukan agresi.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Situasi tersebut membuat kawasan Teluk dan jalur strategis energi internasional, termasuk Selat Hormuz, berada dalam kondisi rawan yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global dan harga minyak dunia.

Sidang panas di DPR AS itu menunjukkan semakin tajamnya perdebatan internal di Amerika mengenai kebijakan luar negeri dan penggunaan kekuatan militer di Timur Tengah.

Konflik Iran kini tidak hanya menjadi isu keamanan internasional, tetapi juga berkembang menjadi persoalan politik domestik yang dapat memengaruhi dinamika pemerintahan AS ke depan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Indonesia
Internasional
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA