Berlin, MINA – Jerman mengusulkan agar misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) digantikan oleh pasukan yang berada di bawah mandat Uni Eropa setelah masa tugas UNIFIL berakhir pada akhir 2026.
Usulan tersebut disampaikan di tengah upaya menjaga stabilitas Lebanon pascakonflik berkepanjangan dengan Israel. Al-Madayeen melaporkan, Sabtu (18/7).
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pembentukan pasukan Uni Eropa diperlukan untuk mencegah terjadinya kekosongan keamanan setelah UNIFIL mengakhiri mandatnya.
Menurutnya, misi baru itu juga diharapkan dapat membantu proses penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan sekaligus mencegah kelompok Hizbullah kembali memperkuat posisinya di kawasan perbatasan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Usulan tersebut muncul ketika Lebanon dan Israel masih menjalani pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat mengenai pengaturan keamanan di wilayah perbatasan.
Sejumlah putaran perundingan, termasuk yang berlangsung di Roma, membahas mekanisme penarikan bertahap pasukan Israel serta peningkatan peran Angkatan Bersenjata Lebanon dalam menjaga kawasan selatan.
UNIFIL telah bertugas di Lebanon sejak 1978 untuk memantau penghentian permusuhan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon. Namun, meningkatnya ketegangan sejak pecahnya kembali konflik antara Israel dan Hizbullah pada 2026 membuat efektivitas misi tersebut menjadi sorotan berbagai pihak.
Sejumlah negara Eropa menyambut baik gagasan memperkuat peran Uni Eropa dalam menjaga stabilitas Lebanon, meski hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai bentuk maupun mandat pasukan pengganti.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Setiap perubahan misi internasional di Lebanon tetap memerlukan kesepakatan para pihak terkait dan dukungan komunitas internasional.
Keberhasilan mekanisme keamanan baru dinilai akan sangat bergantung pada komitmen Israel untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic