Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah Warga Israel yang Tinggalkan Negara Meningkat Drastis

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 17 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:22 WIB

32 Views

Penumpang melihat papan yang menunjukkan jadwal keberangkatan di Bandara Ben Gurion pada 8 Oktober 2023. [Foto: MEMO]

Tel Aviv, MINA – Sebuah laporan resmi dari Knesset mengungkapkan peningkatan drastis dalam jumlah warga Israel yang meninggalkan negara dalam beberapa tahun terakhir, sementara jumlah mereka yang kembali justru merosot tajam, demikian laporan Yedioth Ahronoth pada Senin (17/8).

Menurut laporan Pusat Penelitian dan Informasi Knesset yang dikutip surat kabar tersebut, gelombang permusuhan terhadap Israel di dunia dan rasa memiliki seharusnya dapat mendorong peningkatan jumlah warga Israel yang kembali, meskipun terjadi perang.

Laporan ini dirilis di tengah kemarahan publik dan kecaman resmi dari berbagai negara terhadap Israel akibat perang genosida di Gaza yang didukung AS sejak 8 Oktober 2023.

Serangan brutal tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza..l

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Laporan Knesset menyoroti bahwa pada periode 2022 hingga 2024, terjadi penurunan tajam hingga 53 persen dalam jumlah penduduk Israel yang kembali ke negaranya. Penurunan ini sejalan dengan data terbaru dari Biro Statistik Pusat Israel dan para peneliti akademis yang menunjukkan lonjakan jumlah warga Israel yang meninggalkan negara tersebut.

Akibatnya, neraca migrasi Israel mengalami defisit yang signifikan. Antara 2022 hingga 2024, tercatat defisit migrasi sekitar 140.000 orang, yang merupakan selisih antara jumlah penduduk yang masuk dan keluar.

Selama ini, Amerika Utara menjadi penyumbang terbesar warga Israel yang kembali. Namun, jumlah mereka juga mengalami penurunan tajam. Misalnya, jumlah warga Israel yang kembali dari Amerika Serikat merosot dari sekitar 3.700 orang pada 2020 menjadi hanya 1.500 orang pada 2024.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda