Gaza, MINA – Dunia pers kembali berduka setelah agresi brutal pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza kembali merenggut nyawa seorang pejuang informasi. Amal Mohammad Shammali (46), jurnalis perempuan yang bertugas sebagai koresponden Qatar Radio, dikonfirmasi syahid dalam serangan udara yang menghantam kawasan Al-Sawarha, Jalur Gaza, Senin (9/3).
Insiden tragis ini terjadi di tengah kerumunan tenda pengungsi yang seharusnya menjadi zona aman bagi warga sipil.
Pemerintah Gaza melaporkan bahwa syahidnya Amal Shammali menambah panjang daftar kelam jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugas suci mereka.
Berdasarkan data yang dirilis Spirit of Gaza, total jurnalis Palestina yang syahid sejak meletusnya perang pada 8 Oktober 2023 kini telah mencapai angka 261 orang. Serangan yang menewaskan Amal juga dilaporkan merenggut nyawa sedikitnya tiga warga sipil lainnya di lokasi yang sama.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Otoritas media di Gaza mengecam keras peristiwa ini dan menyebut pembunuhan terhadap para jurnalis sebagai tindakan yang sistematis dan disengaja. Upaya penghancuran ruang aman bagi para penyampai kebenaran ini dinilai sebagai taktik untuk membutakan mata dunia dari fakta genosida yang terjadi di lapangan.
Bagi para pewarta di Gaza, pena dan kamera kini tak hanya menjadi alat dokumentasi, namun seolah telah bertransformasi menjadi sasaran tembak yang nyata.
Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk menyusul pelanggaran kesepakatan perlindungan sipil yang terus terjadi melalui serangan udara dan tembakan sporadis.
Hingga Senin kemarin, laporan terbaru mencatat eskalasi korban yang sangat mengerikan, 648 warga Palestina kembali dinyatakan syahid dan 1.728 lainnya menderita luka-luka. Data ini menunjukkan bahwa hukum internasional seolah kehilangan taringnya di hadapan agresi yang tak kunjung usai. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic