Jambi, MINA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu kualitas udara di Jambi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pemerintah Kota Jambi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai Senin (31/8) hingga Rabu (2/9). Kebijakan itu diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi sangat tidak sehat dan masih fluktuatif.
Dampak kesehatan juga mulai terlihat. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 1.955 kasus ISPA dalam sepekan, meningkat dari 1.757 kasus pada pekan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya kenaikan kasus di tengah paparan kabut asap karhutla.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat karhutla hingga 27 Agustus 2026 telah berdampak terhadap 10.674.201 penduduk di tujuh provinsi, termasuk Jambi, Riau dan Sumatera Selatan. Pada periode tersebut tercatat 13.449 kasus ISPA secara kumulatif, dengan 4.082 kasus tercatat pada 27 Agustus saja.
Baca Juga: Banjir Meluas di Sejumlah Wilayah Aceh, Ratusan Warga Mengungsi
Kemenkes menyebut paparan asap karhutla dapat menyebabkan ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, memperburuk asma dan PPOK, serta menyebabkan iritasi mata dan kulit. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil serta penderita penyakit paru dan jantung.
Kondisi ini diperkirakan masih perlu diwaspadai karena musim kemarau masih berlangsung. BMKG menyebut sekitar 80 persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau, sementara sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah termasuk Jambi, Riau, Sumatera Selatan dan Lampung.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus keluar rumah, memperbanyak minum air putih dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Musim Hujan, Banjir Mengancam 6 Kecamatan di Kabupaten Garut
















Mina Indonesia
Mina Arabic