Tanjungpandan, MINA — Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Pulau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (26/9). Stasiun Meteorologi Kelas II H. AS Hanandjoeddin memastikan sebaran asap tersebut berasal dari Kalimantan Tengah dan terbawa angin menuju wilayah Belitung.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II H. AS Hanandjoeddin, Salsa, menjelaskan, berdasarkan citra satelit, asap yang masuk ke Belitung berasal dari wilayah Kalimantan Tengah yang sedang mengalami peningkatan titik panas. Pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang membawa sebaran asap lintas wilayah tersebut.
“Berdasarkan citra satelit, sebaran asap di wilayah Belitung ini berasal dari Kalimantan Tengah di mana terdapat banyak titik panas,” kata Salsa.
Ia menjelaskan pola angin secara konsisten bergerak dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara. Kondisi tersebut membuat massa udara yang membawa asap dari wilayah Kalimantan Tengah bergerak hingga mencapai Pulau Belitung.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Meski kabut asap menyelimuti Belitung, hingga pukul 10.00 WIB tidak terdeteksi titik api dengan level tinggi atau titik merah di Pulau Belitung. Kondisi ini menunjukkan tidak terdapat indikasi kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat tinggi di wilayah setempat berdasarkan pemantauan tersebut.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap saluran pernapasan.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak di luar rumah.
Anak-anak, lanjutnya, serta lansia dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Di sisi lain, kondisi kabut asap di Belitung berkaitan dengan meningkatnya aktivitas karhutla di Kalimantan.
BMKG sebelumnya mencatat hingga 21 September 2026 terdapat 5.283 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah.
Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah juga terus dilakukan. BNPB mengerahkan tiga pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan guna meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi udara dan cuaca selama sebaran asap masih terjadi. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan yang dapat memperburuk kondisi udara serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. []
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic