Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Dagang Berbendera Korsel Diserang di Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 5 Mei 2026 - 03:31 WIB

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:31 WIB

24 Views ㅤ

kapal di Selat Hormuz. (Foto: dik. Investing.com)

Dubai, MINA – Sebuah kapal dagang berbendera Korea Selatan dilaporkan diserang saat melintasi Selat Hormuz, menandai meningkatnya eskalasi konflik di jalur pelayaran strategis tersebut.

Insiden terjadi ketika kapal kargo Korea Selatan mencoba melintas di perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Serangan tersebut memicu kebakaran dan kerusakan pada kapal, meski laporan awal menyebutkan awak kapal dalam kondisi selamat. Al-Jazeera melaporkan, Senin (4/5).

Pemerintah Korea Selatan segera merespons dengan melakukan penyelidikan terkait penyebab serangan. Dugaan sementara mengarah pada keterkaitan dengan konflik yang sedang berlangsung di kawasan, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa Iran telah menargetkan kapal dari negara yang tidak terlibat langsung dalam operasi militer, termasuk kapal Korea Selatan tersebut. Ia juga mendorong Seoul untuk bergabung dalam misi pengamanan pelayaran internasional di kawasan itu.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar seperempat distribusi minyak global melewati kawasan tersebut. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengganggu rantai pasok global.

Sejak pecahnya konflik pada awal 2026, kawasan ini telah menjadi titik panas dengan berbagai serangan terhadap kapal dagang, penggunaan drone, serta pemasangan ranjau laut.

Situasi ini membuat banyak perusahaan pelayaran menunda operasional mereka karena tingginya risiko keamanan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia