Jambi, MINA – Kapster dari Seni Rambut Provinsi Jambi menggelar aksi sosial pangkas rambut bayar seikhlasnya di Taman Banjuran Budayo, Kota Baru, Jambi, Ahad (21/12). Kegiatan tersebut bertujuan menggalang dana untuk membantu warga terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Aksi sosial ini diikuti oleh sekitar 70 kapster dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Sejak pagi, warga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk memanfaatkan layanan potong rambut sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.
Nur Ifat Ramadhan, seorang warga Kota Jambi yang antusias ikut serta sebagai peserta pangkas, mengungkapkan rasa bahagianya yang mendalam. Meskipun baru saja memangkas rambut seminggu sebelumnya, ia rela dipangkas lagi demi mendukung aksi mulia ini.
Ia merasa sangat puas bisa membantu keluarga kita yang tertimpa bencana, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Kegiatan mulia ini dilaksanakan secara terbuka untuk umum, bertempat di halaman parkir Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, pada hari Minggu. Aksi kemanusiaan ini berlangsung efektif mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan hasil penggalangan dana.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ahad pukul 06.00, korban jiwa bencana Sumatera mencapai 1.090 jiwa.
Jumlah korban jiwa akibat bencana sumtra masih berpotensi meningkat. Sebab BNPB mencatat terdapat 186 orang yang masih belum ditemukan atau hilang. BNPB juga melaporkan ada lebih dari 7 ribu jiwa mengalami luka-luka.
Korban jiwa paling banyak tercatat di Provinsi Aceh. Sebanyak 472 jiwa meninggal imbas banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah paling ujung utara nusantara tersebut. Sekitar 4,3 ribu orang di Provinsi Aceh juga mengalami luka-luka akibat bencana ekologis itu.
Di Provinsi Sumatera Utara, BNPB mencatat ada 370 korban meninggal. Sebanyak 2,3 ribu orang mengalami luka-luka. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, jumlah korban jiwa sebanyak 248 orang dan 382 lainnya mengalami luka-luka.
BNPB juga mencatat terdapat 147.236 rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor. Ribuan fasilitas publik, termasuk sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah yang tersebar di tiga provinsi tersebut juga mengalami kerusakan setelah diterjang banjir dan tanah longsor. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic