Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Fajr:
وَالْفَجْرِ – وَلَيَالٍ عَشْرٍ – وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
“Demi fajar, dan malam-malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil.” (Q.S. Al-Fajr [89]: 1-3)
Para ulama tafsir sepakat bahwa “malam-malam yang sepuluh” yang dimaksud dalam ayat ini adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Inilah waktu yang paling istimewa sepanjang tahun. Amalan di dalamnya lebih dicintai Allah daripada amalan di bulan-bulan lainnya.
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada hari-hari beramal shalih yang lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak juga jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali lagi (syahid).” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).
Subhanallah. Amalan biasa di sepuluh hari ini lebih utama daripada jihad biasa. Hanya syahid yang dapat menandinginya. Maka jangan sia-siakan kesempatan emas ini.
Empat Amalan Utama pada 1-10 Dzulhijjah
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika para jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah.
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim).
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Subhanallah. Betapa besar karunia Allah. Hanya dengan menahan lapar dan dahaga sehari penuh, dosa dua tahun—baik yang sudah lewat maupun yang akan datang, diampuni oleh-Nya.
Puasa Arafah ini hanya disyariatkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi yang sedang berhaji, tidak dianjurkan berpuasa karena mereka sedang dalam keadaan wukuf dan membutuhkan kekuatan untuk berdoa.
- Ibadah Haji
Bagi yang dipanggil Allah untuk menunaikan rukun Islam kelima, ibadah haji adalah puncak dari segala amalan di bulan Dzulhijjah. Haji yang mabrur (diterima) tidak ada balasan baginya selain surga.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). A
Para jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, saat ini tengah berada di Tanah Suci. Mereka melaksanakan rangkaian ibadah haji: ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, thawaf ifadah, dan sa’i. Doakan mereka agar kembali sebagai haji yang mabrur.
- Shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah. Shalat ini hukumnya sunnah mu’akkadah (sangat dianjurkan).
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakannya setiap tahun dan memerintahkan umatnya untuk keluar rumah, kaum laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak, menuju lapangan tempat pelaksanaan shalat Id.
- Berkurban (10-13 Dzulhijjah)
Allah berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (Q.S. Al-Kautsar [108]: 2)
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Berkurban adalah salah satu syariat agung yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dan dilestarikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hukumnya sunnah mu’akkadah bagi yang mampu.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyrik) ini selain berkurban.” (HR Bukhari).
Waktu penyembelihan kurban: Setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah (hari tasyrik).
Keutamaan berkurban: Setiap helai rambut dan bulu hewan kurban menjadi satu kebaikan bagi yang berkurban.
Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah
Amalan Lain yang Dianjurkan
Selain empat amalan utama di atas, ada banyak amalan lain yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan pahala di sepuluh hari yang mulia ini:
- Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tahlil
Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah pada sepuluh hari ini tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR Ahmad dari Ibnu Umar)
- Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca akan dilipatgandakan pahalanya, apalagi di sepuluh hari yang istimewa ini. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca, memahami, dan merenungkan makna ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan
- Memperbanyak Shalat Sunnah
Shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat tahajud di sepertiga malam, semua akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bahwa shalat adalah amal yang pertama kali dihisab. Maka sempurnakanlah shalat fardhu dan perbanyak shalat sunnah.
- Bersedekah dan Berbagi
Sedekah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah pahalanya sangat besar. Berikan sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Tidak harus dengan jumlah besar; senyum yang tulus, membantu meringankan beban orang lain, juga termasuk sedekah.
- Berbuat Baik dan Beramal Kebaikan Lainnya
Setiap amal kebaikan, betapa pun kecilnya, akan dilipatgandakan di hari-hari mulia ini. Contoh amalan sederhana: Menjaga lisan dari perkataan dusta, ghibah, dan adu domb, berbakti kepada orang tua, menyambung tali silaturahmi, membantu tetangga yang kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, mengajarkan ilmu kepada orang lain, dsb.
Amalan Khusus: Membantu Perjuangan Palestina
Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Usia Senja, Menjemput Berkah Meraih Husnul Khatimah
Di antara amal kebaikan yang paling mulia pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini adalah membantu saudara-saudara kita di Palestina. Mereka sedang menghadapi ujian yang sangat berat: perang genosida yang telah berlangsung sejak Oktober 2023, di tengah blokade yang mencekik.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim).
Saat saudara-saudara kita di Gaza dan Tepi Barat menderita, kita memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk membantu mereka.
Baca Juga: Menikah In This Economy? Rezeki Dijamin Allah, Bukan Slip Gaji
Bentuk bantuan yang dapat dilakukan antara lain:
- Doa. Doa adalah senjata orang mukmin. Panjatkan doa setiap hari, terutama di waktu-waktu mustajab, agar Allah melindungi saudara-saudara kita di Palestina, mengangkat penindasan, dan membebaskan Masjid Al-Aqsha.
- Donasi. Salurkan donasi melalui lembaga-lembaga terpercaya yang menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan sangat dibutuhkan dalam bentuk makanan, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.
- Menyebarkan Narasi Kebenaran. Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar tentang penderitaan rakyat Palestina. Dunia perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan biarkan narasi palsu mendominasi.
- Boikot Produk Pro-Zionis. Hindari produk-produk yang mendukung pendudukan Zionis Israel. Ini adalah bentuk perlawanan ekonomi yang telah terbukti efektif.
- Menggalang Solidaritas. Ajak keluarga, teman, dan komunitas untuk ikut peduli dan membantu. Semakin banyak yang bergerak, semakin besar tekanan yang dapat diberikan kepada mereka yang berkuasa untuk menghentikan genosida.
Untuk itu, marilah kita maksimalkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dengan amalan kebaikan, sebagai hadiah terbesar dari Allah kepada umat Islam. Jangan biarkan hari-hari ini berlalu begitu saja tanpa amalan yang berarti.
Semoga Allah memudahkan kita untuk dapat meningkatkan amalan utama pada sepuluh hari awal Dzulhijjah ini.
Aamiin, ya Rabbal ‘alamin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic