Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KBM di Aceh Tamiang Mulai Berjalan Bertahap Pascabanjir dan Longsor

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Senin, 5 Januari 2026 - 20:14 WIB

Senin, 5 Januari 2026 - 20:14 WIB

15 Views ㅤ

Siswa-siswi SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengikuti kegiatan belajar mengajar hari pertama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, dalam kondisi pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (5/1/25). (Foto: BNPB)

Aceh Tamiang, MINA – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025. Salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kembali melaksanakan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (5/1).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah agar hak belajar anak-anak tetap terpenuhi meski berada dalam kondisi pascabencana.

“Kami mendorong agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan berkelanjutan, meskipun sarana masih terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini ribuan satuan pendidikan di Aceh terdampak banjir dan longsor. Namun demikian, sebagian besar sekolah telah kembali beroperasi secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyediaan ruang kelas darurat, school kit, serta bantuan psikososial bagi peserta didik.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh, dan 2.226 di antaranya telah kembali menjalankan aktivitas pembelajaran meski masih dalam tahap pemulihan.

Abdul Muhari menambahkan, pada masa awal masuk sekolah, pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pemulihan mental dan emosional anak.

“Pendekatan psikososial menjadi bagian penting dalam fase tanggap darurat agar anak-anak merasa aman dan nyaman saat kembali ke sekolah,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, juga menerapkan kurikulum adaptif berbasis krisis yang disesuaikan dengan tahapan pemulihan bencana, mulai dari pembelajaran esensial hingga integrasi permanen pendidikan kebencanaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat pemulihan sektor pendidikan agar proses belajar mengajar di Aceh dapat kembali berjalan normal dan berkualitas. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA