New York, MINA – Massa pengunjuk rasa berkumpul di New York untuk mengecam kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9). Mereka menuntut agar Netanyahu diadili atas kejahatan perang.
“Saya sangat terkejut dan muak bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan mengizinkan penjahat perang Benjamin Netanyahu berbicara di hadapannya,” kata Medea Benjamin, salah satu pendiri kelompok anti-perang AS, Code Pink, seperti dikutip Anadolu Agency.
Ia mengatakan tangan Netanyahu “meneteskan darah.” Ia menambahkan: “Kami di sini untuk mengatakan bahwa kamilah yang mewakili komunitas global yang menyatakan Netanyahu seharusnya tidak berada di sini. Dia seharusnya berada di Den Haag menghadapi (tuduhan) kejahatan perang.”
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang berbasis di Den Haag mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu atas kejahatan perang.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Benjamin juga menuntut pemerintah AS diadili di Den Haag atas lebih dari satu kejahatan. Ia mengatakan: “Pemerintah AS terlibat dalam genosida ini dan sekarang dalam perang ilegal tanpa provokasi di Iran.”
Ia menambahkan bahwa massa tersebut mewakili mayoritas orang di seluruh dunia yang hanya ingin hidup damai.
Lebih dari 100 orang berpartisipasi dalam protes tersebut, termasuk aktor pemenang Oscar Susan Sarandon.
Beberapa pengunjuk rasa mengenakan kaos bertuliskan “Fund people not bombs” (Danai rakyat, bukan bom). Beberapa orang terlihat diborgol oleh polisi New York, termasuk Sarandon, seperti ditunjukkan dalam video media sosial.[]
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic