Jambi, MINA – Pemerintah Kota Jambi meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul lonjakan kasus campak yang dalam beberapa waktu terakhir didominasi anak usia dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza, menyampaikan, seluruh fasilitas layanan kesehatan telah diminta siaga untuk menangani peningkatan kasus tersebut, terutama pada kelompok usia 0 hingga 6 tahun.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat hingga, Selasa (13/4), jumlah kasus campak telah melampaui 300 kasus.
Elvi mengatakan, Wilayah Kenali Besar tercatat sebagai daerah dengan kasus tertinggi, mencapai puluhan kasus dibanding wilayah lainnya.
Baca Juga: Puluhan Titik Panas Terdeteksi di Bengkulu, Ancaman Karhutla Meningkat
Elvi menjelaskan, masih banyaknya anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap menjadi salah satu faktor utama meningkatnya penyebaran penyakit tersebut.
Ia mengajak masyarakat untuk mendukung program imunisasi guna melindungi anak dari risiko penularan.
Ia menambahkan, rumah sakit diminta melakukan skrining ketat terhadap pasien yang menunjukkan gejala campak atau memiliki riwayat kontak dengan penderita, baik di instalasi gawat darurat, rawat jalan, maupun rawat inap.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta menyiapkan ruang isolasi serta memastikan tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD) guna mencegah penularan di lingkungan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Kemkomdigi Sebut Roblox Dinilai Belum Patuh PP Tunas
Pemerintah daerah turut menginstruksikan penguatan sistem pengawasan internal rumah sakit serta menyiapkan mekanisme penanganan bagi tenaga kesehatan yang terpapar atau terkonfirmasi campak, termasuk melalui program imunisasi bagi tenaga medis.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Tiktok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak di Bawah 16 Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic