Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - 15 detik yang lalu

15 detik yang lalu

0 Views

Jakarta, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28. Namun, pada semester kedua 2026, kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang mencapai 50–80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Namun jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kondisi kemarau akan menjadi jauh lebih kering,” ujar Faisal seperti dikutip dari Infopublik.id, Selasa (14/4).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain respons cepat pada wilayah berpotensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.

Baca Juga: Pemprof Aceh Tetapkan Siaga Darurat Cuaca Ekstrem hingga 20 April

Faisal menegaskan bahwa dukungan BMKG tidak hanya berfokus pada aspek kebencanaan, tetapi juga pada berbagai sektor pembangunan nasional seperti pertanian, transportasi darat, laut, dan udara, serta infrastruktur pekerjaan umum.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara seimbang agar tidak memicu bencana hidrometeorologi, baik berupa banjir maupun kekeringan ekstrem.[]

Mi’raj News Agency MINA)

Baca Juga: Kasus Campak di Jambi Meningkat, Layanan Kesehatan Diperkuat

Rekomendasi untuk Anda