Bengkulu – Sedikitnya 30 titik panas terpantau di wilayah Bengkulu, memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (14/4) menyebut, kemunculan hotspot ini menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran, terutama di area dengan vegetasi kering dan lahan gambut yang mudah terbakar.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Tri Widiarto, mengatakan, suhu tinggi dan minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama meningkatnya titik panas. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena berisiko memicu kebakaran lebih luas.
Sebaran titik panas terkonsentrasi di sejumlah kabupaten seperti Mukomuko dan Bengkulu Utara, serta wilayah lain seperti Kaur, Lebong, dan Seluma dengan jumlah lebih sedikit.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
BMKG menegaskan bahwa hotspot merupakan peringatan dini yang harus direspons cepat, mengingat dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, sehingga pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan semua pihak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic