AKHIR zaman bukan hanya tentang kehancuran alam, tetapi tentang gelapnya hati manusia. Rasulullah SAW menggambarkannya sebagai fitnah yang datang seperti potongan malam yang gelap gulita—datang tiba-tiba, sunyi, dan menyesatkan tanpa terasa.
Di masa ini, kebenaran menjadi samar. Yang salah dibela, yang benar dicurigai. Manusia bingung membedakan cahaya dan gelap, karena cahaya iman di dada mulai redup.
Pagi hari seseorang beriman, sore harinya bisa kufur. Bukan karena tidak tahu agama, tetapi karena iman mudah tergadai oleh dunia, jabatan, popularitas, dan rasa aman semu.
Fitnah akhir zaman tidak selalu berupa senjata. Ia hadir dalam kata-kata, berita, gaya hidup, dan pemikiran yang perlahan menjauhkan manusia dari Allah.
Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan
Yang halal terasa berat, yang haram terasa ringan. Dosa dianggap biasa, nasihat dianggap mengganggu. Hati menjadi keras, air mata kering dari rasa takut kepada Allah.
Anak-anak tumbuh tanpa teladan. Orang tua sibuk mengejar dunia. Rumah ramai suara, tetapi sepi zikir dan doa.
Ilmu tersebar luas, tetapi tidak menumbuhkan ketundukan. Banyak tahu, sedikit taat. Banyak bicara agama, sedikit berakhlak dengannya.
Di tengah gelap itu, orang yang menjaga iman sering dianggap aneh. Orang yang jujur dianggap bodoh. Orang yang istiqamah terasa sendirian.
Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi
Namun, justru di zaman inilah iman yang kecil bernilai besar. Bertahan di atas kebenaran menjadi amal yang agung.
Cahaya tidak pernah padam seluruhnya. Ia hidup di hati orang-orang yang sabar, yang terus berdoa, yang menggenggam Al-Qur’an meski dunia menertawakannya.
Akhir zaman memang mengerikan, tetapi bukan untuk membuat putus asa. Ia adalah panggilan untuk kembali, bukan untuk menyerah.
Siapa yang menjaga imannya di tengah malam gelap fitnah, dialah yang akan melihat fajar pertolongan Allah. Karena di balik gelap yang paling pekat, selalu ada cahaya bagi hati yang tetap bersama-Nya.[]
Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic