Berlin, MINA – Dua aktivis Jerman yang terlibat dalam misi bantuan Global Sumud Flotila untuk Gaza menyebut Israel melakukan perlakuan buruk dan penyiksaan terhadap para aktivis saat penculikan di perairan internasional.
Mereka tiba kembali di Jerman pada Sabtu (23/5). Para pendukung menyambut aktivis Nesrin Zeaiter dan Uwe Sander di Bandara Hannover, Langenhagen, dengan meneriakkan “Free Palestine.”
Zeaiter mengatakan kepada wartawan saat tiba di Hanover bahwa para aktivis di Flotila tersebut telah disiksa.
“Saya ditutup matanya sejak detik pertama,” katanya, seraya menambahkan bahwa tangannya diikat.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sander menggambarkan bagaimana kapalnya yang membawa perlengkapan bantuan untuk Gaza ditembaki dengan peluru karet oleh pasukan Israel.
Empat tentara naik ke kapal dan menculik kapal tersebut beserta tujuh penumpangnya. Ia mengatakan bahwa kemudian dirinya ditendang dan dipukul.
Organisasi Global Sumud Jerman melaporkan bahwa para aktivis dari flotila bantuan tersebut mengalami pelecehan, penyerangan, dan penyiksaan oleh pasukan keamanan Israel setelah penangkapan mereka.
Zeaiter dilaporkan dipukuli, digigit anjing, dan ditusuk dengan pisau. Kementerian Luar Negeri Jerman juga mengonfirmasi pada Jumat (22/5) bahwa para aktivis asal Jerman mengalami luka-luka.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Global Sumud Jerman menyatakan bahwa beberapa aktivis telah kembali ke Jerman, dan yang lainnya diharapkan tiba dalam beberapa hari mendatang. Organisasi tersebut menyerukan penyelidikan penuh atas insiden tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman meminta klarifikasi dari Israel atas perlakuan buruk terhadap aktivis Jerman dalam flotila bantuan Gaza, dan menyebut tuduhan tersebut sangat serius.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic