KISDI Suarakan Tolak Kehadiran Timnas Israel di Indonesia

Jakarta, MINA – Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menolak kehadiran tim sepakbola Israel pada pada 2023 mendatang.

“Konstitusi kita dengan tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Israel sebagai negara penjajah harus ditolak kehadirannya,” kata Ketua KISDI HM Mursalin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/6).

Ia menegaskan, bahwa bangsa Indonesia sejak awal mendukung Palestina. Karena ini menjadi tugas konstitusional dan moral bangsa Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat dan bangsa Palestina. Membiarkan tim Israel masuk Indonesia akan menyakiti bangsa Palestina dan dunia Islam.

“Penolakan terhadap tim Israel pernah dilakukan Indonesia sebelumnya. Indonesia pernah menolak atlet bulutangkis Israel Misha Zilbermain bermain di Kejuaraan Dunia 2015,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Indonesia juga pernah menolak melawan Israel terjadi pada cabang sepak bola pada kualifikasi Piala Dunia 1958.

“Karena itu, secara historis ini bukan hal baru jika nanti kita juga menolak tim Israel masuk Indonesia,” tegas Mursalin.

KISDI juga menyayangkan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang mengatakan Indonesia tidak bisa melarang Israel untuk datang ke Indonesia, karena semua aturan sudah dibuat FIFA.

“Seharusnya justru sebagai tuan rumah, menteri harus mengedepankan prinsip konstitusi bangsa yang menolak penjajahan,” imbuh Mursalin.

Selain itu, KISDI juga meminta pihak imigrasi Indonesia untuk tidak memberikan izin masuknya warga negara Israel ke Indonesia.

“Selain mereka bangsa penjajah, kehadiran Israel juga harus ditolak karena tidak ada hubungan diplomatik,” kata Mursalin.

Konferensi pers bersama dihadiri Ketua Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium AWG (Aqsa Working Group) M. Anshorullah dan Bidang Hukum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bayu Erlangga. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Widi Kusnadi

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.