Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik AS-Iran Lumpuhkan Pelayaran, 6.000 Pelaut Terdampar di Teluk Persia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 Juli 2026 - 21:36 WIB

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:36 WIB

13 Views ㅤ

Peta Selat Hormuz, Iran. (Gambar: Caspian Post)

Teheran, MINA – Meningkatnya kembali ketegangan keamanan di Selat Hormuz menyebabkan hampir 6.000 pelaut dari berbagai negara terdampar di kawasan Teluk Persia.

Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah perusahaan pelayaran menunda perjalanan kapal akibat meningkatnya risiko serangan terhadap kapal dagang di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Tasnim melaporkan, Rabu (8/7).

Berdasarkan laporan organisasi maritim internasional, sekitar 5.800 pelaut saat ini masih berada di atas puluhan kapal yang tertahan di perairan Teluk Persia.

Banyak kapal memilih menunggu di area yang dinilai lebih aman sebelum melanjutkan pelayaran melewati Selat Hormuz, menyusul meningkatnya ancaman keamanan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap para awak kapal yang harus memperpanjang masa kerja mereka di laut. Selain menghadapi tekanan psikologis akibat ketidakpastian, para pelaut juga mengalami keterlambatan pergantian kru, keterbatasan pasokan logistik, serta meningkatnya risiko keselamatan selama kapal berada dalam status siaga.

Organisasi pelayaran dan serikat pekerja maritim mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menjamin keselamatan pelayaran sipil serta melindungi para awak kapal dari dampak peperangan.

Mereka menegaskan bahwa pelaut merupakan pekerja sipil yang menjalankan tugas menjaga kelancaran rantai pasok global sehingga tidak seharusnya menjadi korban dari konflik bersenjata.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) dari kawasan Teluk melewati perairan tersebut setiap hari.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia, mengganggu distribusi barang, serta meningkatkan biaya logistik internasional.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah kembali terjadi aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sejumlah perusahaan pelayaran internasional pun memilih mengubah rute atau menunda pelayaran hingga situasi dinilai lebih aman. Para pengamat menilai apabila eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di kawasan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas perdagangan dan perekonomian global. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Amerika
Internasional