Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pembaruan tersebut disampaikan melalui Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatra Tahun 2025.
Hingga Jumat (2/1) pukul 09.40 WIB, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.157 jiwa, sementara 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, bencana hidrometeorologi tersebut memaksa sedikitnya 381.100 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Jumlah korban meninggal 1.157 jiwa, hilang 165 jiwa, dan total mengungsi 381.100 jiwa,” demikian keterangan tertulis BNPB yang dipantau pada Jumat pagi.
Berdasarkan data sebaran korban meninggal, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 530 orang. Disusul Sumatera Utara dengan 365 korban meninggal dan Sumatera Barat sebanyak 262 jiwa. Proses pencarian korban hilang hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan di tengah tantangan cuaca dan kondisi medan yang sulit.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat dampak kerusakan infrastruktur dan permukiman warga yang cukup masif. Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak pada 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut.
Sebanyak 166.925 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Rinciannya, 53.555 rumah rusak berat, 41.925 rumah rusak sedang, dan 71.445 rumah rusak ringan.
Tidak hanya permukiman, sejumlah fasilitas publik juga terdampak signifikan. BNPB mencatat 215 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, 3.188 fasilitas pendidikan terdampak, serta 803 rumah ibadah rusak akibat banjir bandang dan longsor. Selain itu, akses transportasi turut terganggu dengan terputusnya 34 jembatan dan 81 ruas jalan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, termasuk evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, serta percepatan pendataan korban dan kerusakan. Masyarakat di wilayah rawan bencana juga diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah daerah Sumatra. []
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic