Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis BBM Landa Negara-negara Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam Dorong Kebijakan WFH

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 11 Maret 2026 - 09:30 WIB

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:30 WIB

95 Views ㅤ

Peta negara-negara di Asia Tenggara. (Gambar: Energyofanation.org)

Bangkok, MINA – Pemerintah Thailand dan Vietnam mendorong kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai dan perusahaan sebagai langkah penghematan energi di tengah ancaman krisis bahan bakar yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Kebijakan ini diambil untuk menekan konsumsi BBM yang mulai tertekan akibat terganggunya pasokan minyak global. Bernama melaporkan, Rabu (11/3)

Pemerintah Thailand mengimbau instansi pemerintah agar menerapkan sistem kerja jarak jauh jika memungkinkan.

Selain itu, kantor-kantor publik diminta mengurangi penggunaan energi, termasuk mengatur suhu pendingin ruangan sekitar 26 derajat Celsius guna menekan konsumsi listrik yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sementara itu di Vietnam, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga meminta perusahaan dan lembaga pemerintah mengizinkan pegawai bekerja dari rumah. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan penggunaan bahan bakar di tengah potensi gangguan pasokan energi.

Selain kebijakan WFH, pemerintah Vietnam juga menurunkan tarif impor berbagai produk bahan bakar hingga nol persen guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri. Kebijakan tersebut berlaku sementara hingga akhir April sebagai upaya mencegah kelangkaan BBM dan menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Krisis energi ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak global, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Gangguan pelayaran di wilayah tersebut membuat harga minyak dunia melonjak dan menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan energi di berbagai negara, terutama di Asia yang sangat bergantung pada impor minyak.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sejumlah negara Asia lainnya juga mulai mengambil langkah serupa untuk menghemat energi, seperti pembatasan konsumsi listrik di kantor pemerintah hingga penerapan minggu kerja yang lebih pendek.

Para analis memperingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut dan distribusi minyak global tetap terganggu, krisis energi dapat meluas dan memicu lonjakan harga BBM di berbagai kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda