Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis Minyak di Bangladesh Picu Kepanikan Warga

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Maret 2026 - 16:08 WIB

Ahad, 8 Maret 2026 - 16:08 WIB

38 Views ㅤ

Krisis minyak di Bangladesh (Foto: X)

Dhaka, MINA — Kekhawatiran atas kemungkinan gangguan pasokan bahan bakar akibat eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu gelombang panic buying di berbagai stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di Bangladesh, termasuk di ibukota Dhaka dan kota-kota besar lainnya.

Situasi ini menciptakan antrean panjang kendaraan, kemacetan lalu lintas, serta tekanan pada pasokan harian stok BBM.  Ariananews melaporkan, Ahad (8/3).

Fenomena antre panjang ini menyusul ketegangan militer yang meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Teluk Persia — jalur strategis untuk sebagian besar pasokan minyak dan gas global.

Ketidakpastian atas pasokan energi dunia mendorong warga untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka, bahkan banyak yang membeli lebih dari kebutuhan harian karena khawatir terjadi kelangkaan.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Menurut laporan dari beberapa sumber lokal, antrean mulai terlihat sejak pagi hingga sore hari di banyak SPBU di Dhaka, Mirpur, Shahbagh, dan Chattogram.

“Saya datang hampir dua jam untuk mengisi bahan bakar karena takut kehabisan. Banyak SPBU yang kehabisan sementara beberapa masih menunggu pengiriman dari depot,” ujar seorang pengendara kepada media setempat.

Respon pemerintah Bangladesh datang melalui Bangladesh Petroleum Corporation (BPC) yang kemudian memberlakukan pembatasan pembelian BBM per kendaraan guna mencegah pembelian berlebihan (hoarding).

Pembatasan tersebut mencakup 2 liter per hari untuk sepeda motor, 10 liter untuk mobil pribadi, serta kuota yang lebih tinggi untuk kendaraan komersial besar.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Meski disampaikan bahwa stok BBM saat ini masih cukup, dengan laporan gudang bahan bakar dalam negeri belum mengalami kekosongan signifikan, masyarakat tetap terpengaruh oleh rumor dan ketidakpastian pasar global.

Pemerintah menegaskan bahwa dua kapal tanker yang membawa suplai bahan bakar diperkirakan tiba di pelabuhan Bangladesh pada 9 Maret, yang diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik.

Analis energi menilai lonjakan panik beli ini mencerminkan ketergantungan Bangladesh pada impor energi global, di mana sekitar 95 % kebutuhan bahan bakar negara tersebut berasal dari pasar internasional.

Pasokan minyak mentah dan produk olahan yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah kini menghadapi tekanan harga dan gangguan rute perdagangan karena konflik yang juga berdampak pada pasar energi Asia secara lebih luas.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Selain BBM, Bangladesh juga menghadapi kenaikan harga LNG (liquefied natural gas) setelah pemasok utama di Qatar sempat menghentikan sebagian produksi karena konflik regional, mendorong negara tersebut membeli LNG di pasar spot dengan harga hampir dua kali lipat.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

Rekomendasi untuk Anda