Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Masuk 10 Kota dengan Polusi Terburuk Dunia

Mujiburrahman Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 4 Februari 2026 - 06:13 WIB

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:13 WIB

35 Views ㅤ

udara jakarta hari ini, kualitas udara jakarta, polusi udara jakarta, aqi jakarta, udara tidak sehat jakarta, indeks kualitas udara jakarta, pencemaran udara jakarta, jakarta polusi tinggi, udara buruk di jakarta, kesehatan kelompok rentan jakarta (Dok : DLH Jakarta)

Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (4/2) pagi masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data yang dirilis laman pemantau kualitas udara global IQAir, Jakarta bahkan menempati peringkat ke-10 sebagai kota dengan kualitas udara dan tingkat polusi terburuk di dunia, meskipun dalam beberapa pekan terakhir wilayah ini telah diguyur hujan.

Pemantauan yang dilakukan pada pukul 05.32 WIB menunjukkan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta berada di angka 127. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 40 mikrogram per meter kubik.

Dengan angka tersebut, kualitas udara Jakarta dinilai berpotensi merugikan kesehatan manusia, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan. Selain itu, kondisi udara tidak sehat juga dapat berdampak pada hewan, menimbulkan kerusakan pada tumbuhan, serta menurunkan nilai estetika lingkungan.

Seiring kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan, guna meminimalisir paparan polusi udara.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sebagai perbandingan, kategori kualitas udara baik merupakan kondisi udara yang tidak memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia maupun hewan, serta tidak berpengaruh terhadap tumbuhan, bangunan, maupun nilai estetika lingkungan, dengan rentang PM2.5 antara 0 hingga 50.

Sementara itu, kategori sedang menunjukkan kualitas udara yang umumnya tidak berdampak pada kesehatan manusia dan hewan, namun dapat memengaruhi tumbuhan yang sensitif serta nilai estetika, dengan rentang PM2.5 antara 51 hingga 100.

Kondisi kualitas udara Jakarta yang masih berada pada level tidak sehat ini menjadi pengingat pentingnya upaya berkelanjutan dalam pengendalian polusi udara dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda