Jakarta, MINA — Kualitas udara di Jakarta pada Ahad (16/8) pagi berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia berdasarkan pemantauan situs kualitas udara IQAir.
Data IQAir pada pukul 06.01 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 167, dengan polutan utama PM2.5. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 79 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang berada pada kategori tidak sehat. Paparan polusi pada tingkat tersebut dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Kondisi kualitas udara yang buruk juga berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan, termasuk kelompok hewan yang sensitif, tumbuhan, serta nilai estetika lingkungan.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan polusi.
Posisi Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia pada pagi hari tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran udara masih menjadi perhatian penting, terutama di tengah tingginya aktivitas masyarakat di wilayah perkotaan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic