Tel Aviv, MINA – Lembaga bantuan hukum untuk tahanan Palestina, ADALAH mengungkap dugaan kekerasan ekstrem yang dialami para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla setelah ditahan aparat Israel.
Para relawan disebut mengalami pemukulan, penghinaan, pelecehan, hingga perlakuan tidak manusiawi selama proses penahanan dan pemindahan ke penjara.
Dalam pernyataan resminya, tim pengacara Adalah mengatakan mereka baru memberikan konsultasi hukum kepada ratusan peserta Global Sumud Flotilla yang ditahan di Pelabuhan Ashdod. Namun, akses terhadap tahanan disebut sangat dibatasi sehingga tidak semua relawan dapat ditemui langsung oleh tim hukum. Wafa melaporkan, Rabu (20/5).
Menurut pengakuan sejumlah aktivis, mereka dipaksa berlutut dalam waktu lama, diborgol, dan mengalami intimidasi saat berada dalam tahanan Israel. Panitia Global Sumud Flotilla juga menyebut beberapa relawan diperlakukan secara kasar meski mereka merupakan warga sipil tak bersenjata yang menjalankan misi kemanusiaan untuk Gaza.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Insiden tersebut memicu kecaman internasional dari berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia. Sejumlah kepala negara dan menteri luar negeri mendesak Israel segera membebaskan para aktivis serta menghentikan tindakan represif terhadap misi kemanusiaan internasional. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni termasuk di antara tokoh yang mengecam perlakuan aparat Israel terhadap peserta flotilla.
Dalam rombongan Global Sumud Flotilla terdapat sejumlah warga negara Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi diplomatik dengan sejumlah negara sahabat untuk memastikan keselamatan para WNI yang ditahan Israel.
Global Sumud Flotilla merupakan armada kemanusiaan internasional yang membawa bantuan medis, logistik, dan relawan dari berbagai negara untuk menembus blokade Gaza. Pencegatan kapal-kapal bantuan di perairan internasional kembali menyoroti krisis kemanusiaan di Palestina serta memunculkan tuntutan global agar akses bantuan bagi warga Gaza dibuka secara aman dan permanen. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic