Tel Aviv, MINA – Ketua Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Liberman menyerukan “pemberontakan” internal di tubuh Partai Likud untuk menyingkirkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seruan itu disampaikan Rabu (28/10), sehari setelah pemungutan suara pemilu parlemen Israel yang berlangsung ketat.
Menurut laporan Channel 12, Liberman menyebut Netanyahu bertindak seperti pemimpin organisasi kriminal dan telah melewati semua garis merah. Ia mengaku dihubungi puluhan rekannya di Likud dan mendesak mereka bersuara terbuka, karena menurutnya Netanyahu telah menghancurkan kubu nasionalis Israel.
Seruan itu dinilai penting karena Liberman menolak pemerintahan minoritas yang bergantung pada dukungan tidak langsung anggota parlemen Arab. Jika cukup banyak anggota Likud yang membelot, blok Gadi Eisenkot yang mencakup Yisrael Beiteinu berpeluang meraih mayoritas tanpa partai-partai Arab, sekaligus membentuk pemerintahan tanpa Netanyahu, Itamar Ben-Gvir (Jewish Power), dan Bezalel Smotrich (Religious Zionism).
Sebelum pemilu, Liberman juga menyatakan partainya tidak akan bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin Netanyahu.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Berdasarkan penghitungan suara yang dikutip The Times of Israel, dengan lebih dari 85 persen suara terhitung, blok Netanyahu meraih 53 kursi, blok Eisenkot 48 kursi, dan partai-partai Arab 19 kursi dari 120 kursi Knesset.
Tidak ada kubu yang mencapai ambang mayoritas 61 kursi. Likud menjadi partai terbesar, sementara Yashar pimpinan Eisenkot di posisi kedua.
Partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, naik 7,1 poin persentase dibanding pemilu 2022 dan menjadi yang tertinggi sejak 1999, menurut pejabat pemilu.
Hasil resmi dijadwalkan diumumkan pada 4 November. Hingga kini, Netanyahu tetap menjabat perdana menteri sementara. []
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic