RAMADHAN adalah bulan penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Di antara amalan mulia yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah memberi makan orang yang berpuasa, baik saat berbuka maupun dalam bentuk hidangan sederhana. Amalan ini bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga memiliki keutamaan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran, hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dan penjelasan para ulama.
Dasar Al-Quran tentang Memberi Makan
Allah Ta’ala memuji orang-orang yang gemar memberi makan sebagai bentuk ibadah yang dilandasi keikhlasan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dan tidak pula ucapan terima kasih.”
(QS. Al-Insan: 8–9)
Ayat ini menunjukkan bahwa memberi makan merupakan amal yang sangat dicintai Allah, terutama jika dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharap pujian manusia. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dalil umum tentang keutamaan memberi makan, terlebih pada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Ramadhan.
Karena itu, sudah sepatutnya setiap Muslim menjadikan momentum Ramadhan sebagai kesempatan memperbanyak amalan ini, baik dengan memberi makan secara langsung, berpartisipasi dalam program buka puasa bersama, maupun bersedekah untuk penyediaan hidangan berbuka di masjid dan lingkungan sekitar. Tidak perlu menunggu mampu dalam jumlah besar, sebab yang Allah nilai adalah keikhlasan dan kesungguhan hati. Semakin sering seseorang melatih diri untuk berbagi, semakin tumbuh pula rasa empati dan kepedulian sosial yang menjadi ruh ajaran Islam.
Hadits tentang Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa
Keutamaan memberi makan orang berpuasa secara khusus dijelaskan dalam hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
(HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Seseorang bisa mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa hanya dengan membantu saudaranya berbuka, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sendiri.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa walaupun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, keutamaan tersebut tetap berlaku. Ini menunjukkan bahwa yang dinilai bukanlah besar kecilnya hidangan, melainkan keikhlasan dan niat untuk membantu.
Penjelasan Ulama tentang Makna Hadits
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersedekah dan membantu sesama, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan seperti bulan Ramadhan. Menurut beliau, pahala yang dimaksud adalah pahala yang sebanding dari sisi keutamaan, bukan berarti menggugurkan kewajiban puasa bagi orang yang tidak berpuasa.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak disyaratkan makanan dalam jumlah besar. Selama makanan tersebut dapat membantu orang yang berpuasa untuk berbuka, maka keutamaan hadits ini telah tercapai.
Sementara itu, Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan bahwa memberi makan orang berpuasa mengandung dua ibadah sekaligus: ibadah harta (sedekah) dan ibadah sosial (menolong sesama Muslim). Kedua jenis ibadah ini termasuk amalan yang sangat dicintai Allah, terlebih dilakukan pada bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Memberi makan orang yang berpuasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada bulan Ramadhan. Amalan ini mengandung nilai ibadah yang tinggi karena menggabungkan sedekah, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap ibadah orang lain. Berikut beberapa keutamaannya beserta dalil dari Al-Qur’an dan hadits.
1. Mendapat Pahala Seperti Orang yang Berpuasa
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
(HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan betapa besar karunia Allah. Seseorang dapat memperoleh pahala puasa hanya dengan membantu orang lain berbuka, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sendiri.
2. Termasuk Amal yang Dicintai Allah
Allah Ta’ala berfirman:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dan tidak pula ucapan terima kasih.”
(QS. Al-Insan: 8–9)
Ayat ini menunjukkan bahwa memberi makan adalah amal yang mulia, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah.
3. Sedekah Terbaik di Bulan Ramadhan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dalil bahwa memperbanyak sedekah, termasuk memberi makan, sangat dianjurkan di bulan Ramadhan karena mengikuti teladan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
4. Mendapat Naungan dan Pertolongan Allah
Rasulullah bersabda:
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Pada setiap (kebaikan kepada) makhluk yang bernyawa ada pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi makan orang yang berpuasa termasuk bentuk kebaikan kepada sesama yang mendatangkan pahala dan pertolongan Allah.
5. Menguatkan Ukhuwah dan Menghapus Dosa
Sedekah termasuk sebab dihapusnya dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
“Sedekah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. At-Tirmidzi)
Memberi makan orang berpuasa termasuk bentuk sedekah yang dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.
Rasulullah ﷺ Teladan dalam Memberi Makan
Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Hal ini ditegaskan dalam hadits:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dalil bahwa memperbanyak sedekah dan memberi makan, terutama di bulan Ramadhan, mengikuti teladan Rasulullah ﷺ, sangat dianjurkan dan berpahala besar di sisi Allah.
Hikmah Sosial dan Spiritual
Memberi makan orang berpuasa memiliki dampak yang luas, baik secara spiritual maupun sosial. Secara spiritual, amalan ini melatih keikhlasan, membersihkan hati dari sifat kikir, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.
Secara sosial, amalan ini memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Di bulan Ramadhan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika umat Islam saling berbagi makanan berbuka, baik di masjid, pesantren, maupun lingkungan tempat tinggal.
Dalam konteks masyarakat modern, bentuknya bisa beragam: berbagi takjil di masjid, memberikan paket buka puasa kepada fakir miskin, menyediakan makanan bagi musafir, atau membantu tetangga yang membutuhkan. Semua itu termasuk dalam keutamaan yang dijanjikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Memberi makan orang berpuasa adalah amalan yang ringan namun berpahala besar. Dalil Al-Qur’an, hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, dan penjelasan para ulama menunjukkan bahwa amalan ini termasuk ibadah yang sangat dianjurkan, khususnya di bulan Ramadhan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar berbagi, ikhlas dalam beramal, dan mendapatkan pahala puasa tanpa batas melalui kebaikan yang kita lakukan. Aamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic