Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak Hindu di Masjid Tua Indrapuri, Bukti Dakwah Islam yang Damai di Aceh

Redaksi Editor : Arif R - Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:39 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:39 WIB

18 Views ㅤ

Masjid Tua Indrapuri

DI tengah bentang sejarah panjang Aceh, berdiri sebuah masjid tua yang hingga kini tetap menjadi saksi perjalanan peradaban Islam di Serambi Mekkah.

Masjid Tua Indrapuri yang berada di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga destinasi wisata religi yang menyimpan jejak pergulatan budaya, dakwah Islam, dan sejarah Kesultanan Aceh pada masa lampau.

Keberadaannya terus menarik perhatian masyarakat, mulai dari wisatawan lokal, pelajar, hingga para pecinta sejarah yang ingin menyaksikan langsung warisan peradaban Aceh yang masih berdiri kokoh hingga hari ini.

Masjid bersejarah ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1607–1636 M, masa yang dikenal sebagai era kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Menariknya, bangunan masjid didirikan di atas struktur peninggalan masa pra-Islam yang diyakini berasal dari kompleks bercorak Hindu. Ini menandakan jejak dakwah Islam yang damai berlangsung selama ratusan tahun lalu di Tanah Aceh.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Dari sinilah lahir salah satu bukti penting tentang proses akulturasi budaya di Aceh, ketika Islam hadir bukan dengan menghapus sejarah lama, tetapi mengubahnya menjadi bagian dari peradaban baru yang lebih luas.

Nuansa perpaduan budaya tersebut masih terlihat jelas pada arsitektur masjid. Bentuk atapnya yang bertingkat menyerupai bangunan tradisional Hindu menjadi ciri khas utama yang membedakan Masjid Tua Indrapuri dari banyak masjid lainnya di Aceh.

Sentuhan arsitektur kuno itu berpadu harmonis dengan identitas Islam yang kuat, menciptakan panorama sejarah yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki daya tarik estetika tinggi bagi para pengunjung.

Lebih dari sekadar bangunan ibadah, Masjid Tua Indrapuri juga pernah memainkan peranan penting dalam perjalanan politik Kesultanan Aceh. Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada tahun 1878 M, masjid ini pernah digunakan dalam prosesi penguatan Sultan Muhammad Daud Syah sebagai Sultan Aceh terakhir.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Aceh dalam mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan kolonial pada masa itu.

Hingga kini, denyut kehidupan religius di masjid tua ini masih terasa kuat. Kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan tetap berlangsung sebagaimana mestinya, menjadikan tempat ini tidak hanya hidup sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai pusat spiritual masyarakat sekitar.

Para pengunjung yang datang sering kali merasakan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain, perpaduan antara ketenangan religi dengan aura sejarah yang begitu kuat.

Salah seorang pengunjung, Lisa Rahmi (31), mengaku terkesan setelah melihat langsung bangunan bersejarah tersebut. Menurutnya, Masjid Tua Indrapuri bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga pengingat tentang panjangnya perjalanan sejarah Aceh serta bagaimana Islam berkembang dan mengakar kuat di tanah rencong.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Keberadaan Masjid Tua Indrapuri hari ini menjadi pengingat bahwa Aceh memiliki warisan sejarah Islam yang sangat kaya. Di tengah arus modernisasi, situs bersejarah seperti ini bukan hanya perlu dijaga sebagai objek wisata religi, tetapi juga sebagai ruang belajar generasi muda untuk memahami identitas, budaya, dan perjalanan panjang peradaban Islam di Nusantara.

Dengan perawatan yang baik dan kesadaran bersama untuk melestarikannya, Masjid Tua Indrapuri akan terus berdiri sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Aceh dari masa ke masa. [juliana]

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

Rekomendasi untuk Anda