Mahasiswa IAIN Samarinda Wakili Indonesia di Forum Pemuda Dunia

Jakarta, MINA – Mahasiswa IAIN Samarinda, Kalimantan Timur, Didi Admanur menjadi wakil Indonesia pada dua forum pemuda dunia sekaligus yaitu dalam ajang World Youth Forum (WYF) dan World Youth Theatre (WYT) di Mesir.

“Saya bangga karena menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mendapat kehormatan untuk kedua kalinya di tahun ini,” kata Didi saat berkunjung ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebelum berangkat ke bandara, Kamis (31/1).

World Youth Forum meupakan forum pemuda se-dunia yang diselengagrakan secara rutin. Pada tahun lalu, Didi bersama Fatin Sidqia Lubis mewakili Indonesia di WYF dan menjadi satu-satunya mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Tahun ini diundang lagi oleh Kementrian Kebudayaan Mesir untuk tampil dalam WYT. Untuk bisa mengikuti forum tersebut, Didi harus mendaftar secara online. Ada sekitar 163 negara yang ikut ambil bagian dalam pertemuan itu dan tidak kurang dari 45 ribu aplikasi dan yang lolos hanya 5 ribu.

Didi terpilih untuk WYT mewakili Indonesia bersama dengan 11 negara lainnya yaitu Algeria, Vietnam, Nepal, Peru, Kyrgistan, Cameroon, Congo, Lebanon, Suriah, Arab saudi, dan Mesir.

Selain mengikuti forum tersebut, Didi juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi dan sekaligus mewakili Indonesia untuk tampil dalam theater Internasional dan berkolaborasi dengan negara lain yang mewakili negara masing-masing.

Didi Admanur tinggal di kampung, daerah perbatasan wilayah 3 Nunukan Kalimantan Utara. Tepatnya di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Mahasiswa kelahiran 1995 ini merupakan putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Husin Arif dan Masrawiyah. Saat ini Didi tercatat sebagai mahasiswa semester akhir pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Samarinda Program Studi Tadris Bahasa Inggris.

Ditanya tentang cita-citanya, pria yang tinggal di perbatasan ini mengaku ingin menjadi seorang diplomat handal.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan dari orang tua yang bekerja sebagai petani, namun saya berkeinginan keras menjadi diplomat,” tuturnya.

Prestasi yang pernah diraih Didi diantaranya adalah Perwakilan IAIN Samarinda pada acara Lombok Youth Camp For Peace Leader (2018), Duta Damai Kalimantan Timur (2018), serta menjadi wakil Indonesia dalam acara WYF dan EYT 2018 di Mesir.

“Keterbatasan itu menjadi sebuah energi yang kuat untuk mendorong diri menjadi lebih baik bahkan dapat menjadi agent of change yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” harapnya. (R/R09/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)