Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan PM Israel Naftali Bennett sebut Israel ‘Kehilangan AS dan Dunia’

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:50 WIB

8 Views ㅤ

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (Foto: Times of Israel)

Tel Aviv, MINA – Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan Israel telah “kehilangan Amerika Serikat dan dunia internasional”, seraya memperingatkan bahwa posisi internasional negara tersebut merosot ke titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Saat berbicara di Konferensi Konsep Keamanan Israel di Tel Aviv baru-baru ini, Bennett berkata: “Kita telah kehilangan Amerika Serikat, kita telah kehilangan dunia.” Anadolu melaporkan.

Pernyataan tersebut juga disiarkan melalui saluran YouTube resmi Bennett.

“Kita berada di titik terendah yang sangat parah terkait posisi Israel di mata dunia sejak negara ini didirikan,” tambahnya.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Bennett menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal meraih kemenangan di berbagai lini.

“Pemerintahan Netanyahu tidak tahu cara meraih kemenangan di mana pun, baik di Gaza maupun di Lebanon. Mereka tidak menang di mana pun,” ujarnya.

Mantan perdana menteri tersebut juga berpendapat Israel tidak memiliki lembaga yang efektif untuk menangkal apa yang ia gambarkan sebagai kampanye pengaruh yang menargetkan negara itu.

Bennett telah muncul sebagai penantang utama Netanyahu menjelang pemilihan parlemen Israel; ia berulang kali mengkritik cara pemerintah menangani perang Gaza serta pengelolaan hubungan dengan sekutu-sekutu Israel.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Israel menghadapi kritik dan isolasi internasional yang kian meningkat akibat perangnya di Jalur Gaza, di mana militer Israel telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, membuat sebagian besar penduduk mengungsi, dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut sejak Oktober 2023. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda