Pernyataan tersebut disampaikan Lapid dalam sebuah wawancara podcast yang cuplikannya beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir, Anadolu melaporkan pada Jumat (2/10)
“Saya mengalami pertemuan yang menyakitkan dengan sekelompok anak muda. Saya mendengar dari mereka semua pernyataan yang menyerukan pembunuhan semua orang dan mengklaim bahwa tidak ada warga sipil yang tidak bersalah,” kata Lapid.
Ia mengaku kemudian bertanya kepada kelompok tersebut, “Bahkan bayi?”
Menurut Lapid, mereka menjawab, “Bayi juga, karena pada akhirnya mereka akan tumbuh dewasa dan menjadi teroris.”
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sejak 8 Oktober 2023, agresi militer Zionis Israel di Jalur Gaza, dengan dukungan Amerika Serikat, telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sejak awal agresi tersebut, sejumlah pejabat dan tokoh publik Zionis Israel telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penggunaan kekuatan besar terhadap warga Palestina serta mengaburkan perbedaan antara warga sipil dan kombatan.
Lapid juga mengkritik pernyataan sejumlah menteri pemerintahan Zionis Israel.
Ia memperingatkan bahwa Zionis Israel tidak akan pulih dari dampak membiarkan seorang menteri tetap menjabat setelah menyerukan penggunaan bom nuklir di Gaza.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Pada November 2023, Menteri Warisan Zionis Israel Amichai Eliyahu menyerukan penggunaan senjata nuklir terhadap Jalur Gaza.
Lapid turut mengecam pernyataan pejabat Zionis Israel terkait kelaparan yang dialami warga sipil Palestina di Gaza.
Menurutnya, pernyataan para menteri yang tetap dipertahankan dalam pemerintahan tersebut merusak citra Israel.
Dalam wawancara yang sama, Lapid membahas kebijakan pemerintah Zionis Israel terhadap negara-negara yang mengkritik tindakan mereka.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Ia menilai pemutusan hubungan diplomatik atau penutupan kedutaan bukan langkah yang menguntungkan Zionis Israel.
Lapid menyebut retorika anti-Israel di Irlandia dan Spanyol tidak dapat diterima.
Namun, ia mempertanyakan manfaat penutupan kedutaan Israel di Dublin atau penarikan duta besarnya dari Madrid.
Sebagai alternatif, Lapid mengatakan dirinya lebih memilih mengunjungi negara-negara tersebut, tampil di media setempat, dan berdialog langsung dengan pihak-pihak yang mengkritik Israel daripada memboikot mereka.[]
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic