Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maqdisy Talent Fest 1447 H Digelar di Jakarta, Tere Ajak Keluarga Indonesia Ambil Peran Nyata Bela Palestina

Rana Setiawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:07 WIB

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:07 WIB

16 Views ㅤ

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1447 Hijriah atau Jumat, 16 Januari 2025, ajang pencarian bakat bertajuk Maqdisy Talent Hunt 1447 H resmi ditutup melalui gelaran Maqdisy Talent Fest 1447 H di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi panggung final bagi para finalis terpilih sekaligus penegasan komitmen dakwah kreatif yang menyasar generasi muda di tengah derasnya arus digital.

Maqdisy Talent Fest dirancang sebagai wadah pencarian dan pembinaan bakat anak-anak serta remaja Muslim agar mampu menjadi konten kreator yang peduli terhadap isu kemanusiaan, khususnya tragedi genosida di Gaza, Palestina.

Program tersebut diinisiasi oleh Wadah Silaturahmi Umat (WASILAH), sebuah lembaga yang menaungi sejumlah komunitas dakwah, di antaranya Komunitas Akhwat Bershalawat dan Komunitas Anak Bershalawat.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Melalui pendekatan kreatif, WASILAH berupaya menghadirkan dakwah yang relevan dengan bahasa generasi masa kini.

Ketua Yayasan WASILAH, Annisa Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau akrab disapa Tere, menegaskan pentingnya menjangkau anak dan remaja sebagai bagian dari strategi dakwah jangka panjang.

“Harapan saya sebagai pendiri dan Ketua Yayasan WASILAH juga konseptor program Maqdisy Talent ingin terus mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk bersama-sama berperan nyata, dalam perjuangan membela Al Aqsha dan menunjukkan keberpihakan pada Baitul Maqdis serta rakyat Palestina,” kata Tere dalam keterangan resmi diterima MINA, Sabtu (17/1).

Menurut Tere, Maqdisy Talent Fest 1447 H bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum pengingat bagi umat Islam di Indonesia agar tidak melupakan perjuangan membebaskan Masjid Al Aqsha.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Dengan adanya Maqdisy Talent Fest 1447H sebagai puncak dari seluruh rangkaian program Maqdisy Talent Hunt ini, semoga menjadi pemantik bagi kita, umat Nabi Muhammad di tanah air, untuk tidak pernah melupakan perjuangan utama kita, dalam upaya membebaskan saksi perjalanan isra mi’raj, Masjid Al Aqsha yang mulia, dari cengkeraman zionis,” lanjutnya.

Mantan penyanyi ini juga memastikan WASILAH akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program ke depan agar Maqdisy Talent Hunt konsisten menjadi ruang kaderisasi generasi pejuang dakwah.

“Agar kami bisa konsisten menjadi inkubator yang akan terus mendidik anak-anak menjadi pemegang estafet perjuangan berikutnya. Sampai kapan? Sampai Al Aqsa kembali merdeka,” pungkasnya.

Maqdisy Talent Hunt 1447 H telah berlangsung sejak tahun lalu dan terbuka bagi anak-anak Muslim berusia 5 hingga 14 tahun, yang dibagi ke dalam dua kategori usia.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Para peserta menampilkan bakat di bidang komunikasi, audio-visual, media, serta storytelling, keterampilan yang dinilai semakin strategis dalam konteks dakwah digital.

Dari rangkaian seleksi tersebut, terpilih lima finalis yang tampil pada puncak acara Maqdisy Talent Fest 1447 H. Juara pertama diraih Ayuiki Senandung Lenggana, disusul Kayisa Azalia sebagai juara kedua dan Azmya Nadiya Ikhsan di posisi ketiga. Sementara itu, Abdullah Arsyad menempati peringkat keempat dan Almira Nasya berada di posisi kelima.

Para finalis dinilai oleh tiga dewan juri, yakni Kak Ojan, Kak Pizaro, dan Habib AMA, yang memberikan apresiasi tinggi atas penampilan seluruh peserta.

“Saya optimistis penampilan kalian kreatif sebagai generasi maqdisy pelanjut pembebas Palestina. Kalian semuanya pemenang festival ini. Terus suarakan kepedulian pada Palestina,” ujar Kak Ojan.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Apresiasi serupa disampaikan Kak Pizaro yang menilai penampilan para finalis sarat pesan dan keberanian moral.

“Saya terharu, kalian tampil keren semuanya. Di saat pemimpin dunia Islam diam melihat genosida di Gaza, Palestina. Penampilan dan narasi peduli Palestina kalian amat menohok,” kata Kak Pizaro, jurnalis dan pemerhati isu Palestina serta Timur Tengah.

Sementara itu, Habib AMA menilai seluruh penampilan finalis mencerminkan kecintaan mendalam terhadap Baitul Maqdis dan Rasulullah SAW.

“Di festival ini nampak asa terus membesar untuk Palestina. Semoga nanti kita semua bisa salat di Baitul Maqdis,” pungkasnya.[]

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia