Port Louis, MINA — Mauritius, negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, menolak memberikan izin pendaratan untuk penerbangan terjadwal dari Israel, memaksa pembatalan penerbangan tersebut setelah upaya mendapatkan persetujuan gagal.
Keputusan ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan diplomatik antara Israel dan negara-negara yang semakin kritis terhadap kebijakannya. Anadolu melaporkan, Ahad (27/9).
Situs berita Israel, Ynet, melaporkan bahwa penerbangan Air Seychelles seharusnya berangkat dari Israel menuju Mauritius. Namun dibatalkan setelah pihak berwenang tidak memberikan izin untuk mendarat.
Spirit World Productions, operator tur Israel di balik perjalanan tersebut, mengatakan penerbangan itu telah menerima persetujuan beberapa bulan sebelumnya.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Perusahaan mengatakan telah diberitahu bahwa penolakan tersebut didasarkan pada “pertimbangan politik dan diplomatik.”
Otoritas Mauritius belum memberikan penjelasan resmi atas keputusan tersebut. []
Mi’raj News Agen cy (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic