Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MBS Desak Trump Jaga Stabilitas Teluk di Tengah Ketegangan dengan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 3 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:38 WIB

44 Views ㅤ

Mohammed bin Salman dan Donald Trump. (foto: Masrawy)

Riyadh, MINA – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengutamakan stabilitas kawasan Teluk dan mencegah meluasnya konflik dengan Iran.

Desakan itu disampaikan melalui pembicaraan telepon di tengah meningkatnya ketegangan regional, beberapa jam sebelum Trump memutuskan menunda rencana serangan baru terhadap Iran.

Menurut laporan Kantor Berita Saudi (SPA), Senin (3/8), MBS menekankan pentingnya mengedepankan dialog sebagai jalan untuk meredakan ketegangan.

Ia juga mengingatkan bahwa keamanan Teluk merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga karena setiap eskalasi militer berpotensi mengganggu stabilitas kawasan maupun dunia.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Trump kemudian mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran melalui platform Truth Social. Ia menyebut keputusan tersebut dipengaruhi oleh masukan dari para pemimpin negara-negara Teluk yang mengkhawatirkan dampak konflik terhadap keamanan regional dan pasar energi global.

Sikap Arab Saudi mencerminkan keinginan Riyadh untuk menghindari keterlibatan langsung dalam konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski merupakan sekutu dekat Washington, Arab Saudi dinilai lebih memilih penyelesaian diplomatik guna mencegah konflik yang dapat mengancam fasilitas energi, jalur pelayaran internasional, serta perekonomian kawasan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah serangkaian serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga berbagai negara terus menyerukan langkah deeskalasi.

Sejumlah pengamat menilai komunikasi antara MBS dan Trump menunjukkan peran aktif Arab Saudi dalam mendorong stabilitas kawasan. Di tengah belum tercapainya kesepakatan permanen, jalur diplomasi dipandang tetap menjadi pilihan utama untuk mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga keamanan Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda