Tel Aviv, MINA – Sejumlah media Israel menyebut Turkiye sebagai ancaman yang lebih berbahaya dibandingkan Iran bagi kepentingan strategis Israel di Timur Tengah.
Penilaian itu muncul di tengah meningkatnya pengaruh Ankara di kawasan serta memburuknya hubungan antara Turkiye dan Israel sejak pecahnya perang di Jalur Gaza.
Sejumlah media dan lembaga kajian Israel menyebut Iran selama ini dipandang sebagai ancaman militer utama, terutama terkait program nuklir dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan di kawasan. Media Maariv melaporkan, Kamis (25/6).
Turkiye dinilai memiliki potensi tantangan yang lebih kompleks karena menggabungkan kekuatan militer, ekonomi, diplomasi, dan pengaruh politik yang terus berkembang.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Posisi Turkiye sebagai anggota NATO sekaligus negara mayoritas Muslim memberikan keunggulan tersendiri dalam membangun hubungan dengan Barat maupun dunia Islam.
Selain itu, Ankara dinilai berhasil memperluas pengaruhnya di berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah, Afrika Utara, Laut Merah hingga Asia Tengah.
Ketegangan antara Turkiye dan Israel semakin meningkat sejak agresi Israel di Gaza. Presiden Recep Tayyip Erdoğan berulang kali melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Israel dan menyerukan langkah internasional untuk menghentikan serangan terhadap warga Palestina.
Pemerintah Turkiye juga aktif mendukung berbagai upaya hukum internasional terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di Gaza.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Terkiye berhasil mengembangkan berbagai sistem persenjataan dalam negeri, termasuk drone tempur yang telah digunakan dalam sejumlah konflik regional. Kemampuan tersebut dinilai memperkuat posisi Turkiye sebagai salah satu kekuatan militer paling berpengaruh di kawasan.
Munculnya perdebatan di media Israel mengenai Turkiye menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap perubahan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, terutama ketika Ankara semakin aktif memainkan peran politik, ekonomi, dan diplomatik dalam berbagai isu regional, termasuk Palestina. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic