Tel Aviv, MINA – Laporan media Israel menyebutkan bahwa operasi drone Hezbollah yang semakin canggih telah melumpuhkan hingga 80 persen serangan yang direncanakan militer Israel di Lebanon Selatan.
Dilansir dari Press TV, kantor berita Kan Israel melaporkan pada Rabu (19/5) bahwa militer rezim memperkirakan drone peledak Hezbollah sangat membatasi kebebasan operasional di wilayah pendudukan Lebanon Selatan.
Menurut laporan tersebut, militer terpaksa menunda banyak pergerakan pasukan dan operasi ofensif hingga malam hari, atau membatalkannya sama sekali, untuk menghindari deteksi oleh drone Hezbollah pada siang hari.
Para pejabat militer Israel mengakui bahwa drone gerakan perlawanan tersebut juga telah berkontribusi pada meningkatnya korban jiwa di antara pasukan pendudukan yang beroperasi di daerah tersebut.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Kan melaporkan bahwa militer Israel mengalami kekurangan peralatan anti-drone, sementara Hezbollah memiliki sekitar 100 operator drone yang ditempatkan di seluruh Lebanon Selatan.
Ditambahkan bahwa sistem anti-drone rezim saat ini hanya didistribusikan ke sejumlah kecil pasukan di setiap kompi militer.
Penilaian terbaru ini muncul beberapa hari setelah pejabat Israel secara terbuka mengakui bahwa kemampuan drone Hezbollah yang berkembang pesat telah mengejutkan militer rezim tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic