Jakarta, MINA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp24,8 triliun untuk tahun 2026 guna mendorong kesetaraan kualitas pendidikan antara madrasah dan sekolah umum di Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan dalam forum Rapat Tingkat Menteri bidang pendidikan pada Ahad (5/4) sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan keagamaan agar sejajar dengan pendidikan umum. Menurut Menag, langkah ini merupakan ikhtiar untuk memastikan tidak ada lagi kesenjangan layanan pendidikan bagi anak bangsa.
Dalam rincian yang disampaikan, sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk program revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp13,7 triliun, serta digitalisasi pembelajaran senilai Rp10,9 triliun.
Selain itu, terdapat alokasi untuk bantuan buku tulis gratis dan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Program revitalisasi tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 7.000 lembaga pendidikan, termasuk madrasah serta sekolah keagamaan lintas agama.
Pemerintah menilai perbaikan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencerminkan keberpihakan negara terhadap sektor pendidikan keagamaan.
Selain infrastruktur, Menag juga menyoroti ketimpangan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan program tersebut di madrasah dan pesantren masih berada di kisaran 10–12 persen, jauh di bawah capaian di sekolah umum yang ditargetkan mencapai sekitar 80 persen.
Usulan tambahan anggaran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan keagamaan. Dengan dukungan anggaran yang memadai, pemerintah diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berdaya saing di tengah tantangan global. []
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic