Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkominfo Jawab Isu Tentang Asing Kuasai Unicorn Indonesia

sajadi - Rabu, 27 Februari 2019 - 09:45 WIB

Rabu, 27 Februari 2019 - 09:45 WIB

6 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Kekhawatiran mengenai isu unicorn yang disebut-sebut akan dikuasai oleh asing dan dananya akan dibawa lari ke luar negeri, ramai diperbincangkan setelah debat Calon Presiden jilid kedua beberapa waktu yang lalu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, kekhawatiran terhadap kepemilikan saham asing di unicorn wajar, tapi menurutnya itu tidak perlu berlebihan.

“Betul ada kekhawatiran ini, kita juga harus senantiasa alert, senantiasa waspada, tapi jangan membuat diri kita paranoid,” katanya dalam Diskusi FMB9 di Jakarta Pusat, Selasa (26/2).

Ia menjelaskan, sekalipun porsi saham asing di unicorn berjumlah besar, tidak otomatis membuat mereka menguasainya, mereka hanya sebatas memberi dana saja. Jadi bisnis ini berbeda dengan konvensional.

Baca Juga: ISEF 2026 Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Usaha Industri Halal

Senada dengan Menkominfo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, meskipun pemilik modal mengucurkan dana yang signifikan, mereka tidak ingin terlibat dalam kegiatan usaha.

“Di dalam investasi ventura ada perbedaan besar soal jumlah modal dan kendali atas usaha. Justru investor seperti saya dulu, tidak mau pegang kendali atas yang kita modali. Kita mau jadi investor pasif,” katanya.

Ia juga mengatakan, modal yang ditanamkan investor asing di startup unicorn dan e-commerce sangat berbeda dengan investasi di deposito bank. Masyarakat bisa dengan mudah menarik dana di deposito, tetapi ketika investor masuk ke startup mereka akan sulit untuk keluar.

“Keluarnya hanya ada lewat IPO (initial public offering atau melantai di bursa) atau jual ke investor lain atau nilainnya dinolkan,” jelas Thomas.

Baca Juga: GORO Dorong Inklusi Investasi Properti Syariah melalui Tokenisasi Aset Blockchain

Unicorn adalah sebutan untuk perusahaan startup alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp13,5 triliun.

Saat ini Indonesia mempunyai empat unicorn yang sudah dikenal di masyarakat yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Dari kesemua itu, penemunya adalah anak Indonesia. (L/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Startup Fintech Syariah Saudi Takadao Kantongi Investasi US$3,1 Juta Ekspansi MENA–Asia Tenggara

Rekomendasi untuk Anda