Munich, MINA — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilainya nyaris tidak berperan dan gagal dalam menyelesaikan krisis besar yang tengah mewarnai dunia saat ini.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Rubio di Konferensi Keamanan Munich di Jerman, memicu perdebatan seputar efektivitas organisasi internasional tersebut. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (15/2).
Rubio menegaskan bahwa meski PBB memiliki potensi besar untuk menjadi alat kebaikan global, saat ini lembaga tersebut tidak memberikan solusi konkret atas konflik yang paling mendesak di dunia.
Ia secara khusus menyebut ketidakmampuan PBB menangani perang di Gaza sebagai contoh nyata kegagalan lembaga internasional ini.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Dalam pidatonya, Rubio juga menyerukan reformasi total terhadap sejumlah organisasi global, termasuk PBB, agar lebih responsif dan efektif dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat siap bekerja sama dengan negara lain dan sekutu untuk memperkuat institusi internasional yang dinilai stagnan.
Komentar Rubio ini muncul di tengah situasi konflik global yang kompleks dan berkepanjangan, salah satunya adalah perang di Ukraina yang masih berlangsung dan konflik di Timur Tengah.
Para pengamat internasional menilai bahwa kritik tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian negara besar terhadap lambannya proses diplomasi multilateral di forum PBB dalam meredakan ketegangan global.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Namun sejumlah pakar hubungan internasional menekankan bahwa meskipun PBB memiliki keterbatasan, lembaga itu tetap memiliki peran penting dalam berbagai isu seperti bantuan kemanusiaan, diplomasi preventif dan penetapan hukum internasional.
Mereka juga menyarankan bahwa perbaikan dapat dilakukan melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas badan dunia ini, bukan sekadar kritik tajam.
PBB berdiri pada 24 Oktober 1945 setelah Perang Dunia II dengan mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mempromosikan kerja sama antarnegara dan menegakkan hak asasi manusia.
Sejak saat itu, PBB telah terlibat dalam berbagai misi perdamaian, mediasi konflik dan bantuan kemanusiaan di seluruh dunia, meskipun tantangan baru di abad ke-21 memperlihatkan keterbatasan struktur global tradisional tersebut dalam merespon konflik berskala besar secara cepat dan efektif. []
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic