Teheran, MINA – Menteri Pertahanan sementara Iran mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu berhasil memberikan “kekalahan bersejarah” pada AS dan rezim Israel dalam dua perang yang dipaksakan.
Brigadir Jenderal Majid Ibn Reza menyampaikan pernyataan tersebut dalam pesan yang dikirim kepada rekan-rekannya di negara-negara Muslim pada Rabu (27/5), bertepatan dengan Idul Adha yang menandai berakhirnya ibadah haji tahunan.
“Republik Islam Iran diinvasi oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis dua kali dalam waktu kurang dari setahun. Tindakan agresi ini menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam dan sekelompok komandan militer, pejabat politik, warga sipil, anak-anak dan siswa yang tidak bersalah, serta menghancurkan sebagian infrastruktur sipil negara,” katanya, Press TV melaporkan.
“Namun, dengan rahmat ilahi dan dukungan dari bangsa Iran yang heroik, serta umat Islam dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia, Angkatan Bersenjata Iran mampu memberikan kekalahan bersejarah pada prestise dan kredibilitas musuh.”
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Ia juga mencatat bahwa prioritas Amerika Serikat adalah mendukung rezim Israel yang “mengancam”, yang selama tujuh dekade terakhir telah menodai kota suci Al-Quds dengan menduduki tanah Islam, membunuh orang-orang yang tidak bersalah, dan melakukan tindakan keji lainnya.
Ia lebih lanjut menekankan perlunya memperkuat persatuan dan kerja sama Muslim yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah dan menegakkan hak-hak.
AS dan rezim Israel melancarkan perang agresi ilegal pertama mereka terhadap Iran, yang berlangsung selama 12 hari, pada Juni 2025. Invasi kedua mereka dimulai pada akhir Februari dan dihentikan pada awal April sebagai bagian dari gencatan senjata yang dimediasi Pakistan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic