Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mesir Serukan AS dan Iran Kembali ke Jalur Negosiasi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:59 WIB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:59 WIB

32 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel Aty. (Quds Press)

Kairo, MINA – Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel Aty, pada Senin (24/8) menyerukan pentingnya kembali ke jalur negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Hal ini disampaikan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, yang membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara, perkembangan regional, dan cara-cara meredakan ketegangan di kawasan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir. Quds Press melaporkan.

Abdel Aty menekankan “pentingnya kembali ke jalur negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta melanjutkan pelaksanaan nota kesepahaman yang dicapai antara kedua pihak.”

Ia menjelaskan bahwa memorandum tersebut merupakan “kerangka kerja untuk membangun guna mengurangi ketegangan dan menciptakan kondisi untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.”

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Desakan agar Israel Patuhi Gencatan Senjata Gaza

Mengenai Jalur Gaza, Mesir juga mendesak Israel untuk mematuhi kewajibannya dalam perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Dia menekankan perlunya komitmen melaksanakan hak-hak fase pertama dan kedua dari rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump, sebagai kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan mencapai stabilitas.

Ia juga menegaskan “pentingnya komitmen Israel untuk melaksanakan kewajibannya dan menghentikan tindakan yang merusak peluang tercapainya perdamaian, termasuk perluasan permukiman.”

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Sebelumnya, pada Kamis lalu, Mesir dan Qatar menyerukan kepada Amerika Serikat untuk menekan Israel agar melaksanakan perjanjian Gaza. Seruan ini disampaikan Abdel Aty dan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dalam konferensi pers di kota El Alamein, Mesir.

Pelanggaran Israel dan Penolakan Netanyahu

Sejak perjanjian gencatan senjata di Gaza diselesaikan pada Oktober 2025, Israel terus melanggar komitmennya dan menolak mematuhi peta jalan untuk fase kedua yang disetujui dalam pertemuan di Kairo pada akhir Juli 2026.

Pada 31 Juli, Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump mengumumkan peta jalan untuk pelaksanaan fase berikutnya, yang disetujui Hamas.

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Peta tersebut mencakup: pemindahan administrasi Gaza ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, penempatan pasukan stabilisasi internasional, pelucutan senjata Hamas, penarikan bertahap Israel, dan rekonstruksi Gaza.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kesepakatan tersebut, menuntut Hamas melucuti senjata sebelum penarikan Israel. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza

Rekomendasi untuk Anda