Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski Masih Kondisi Perang, Gaza Kembali Gelar Ujian Sekolah

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 10 September 2026 - 23:03 WIB

Kamis, 10 September 2026 - 23:03 WIB

35 Views

Masa, 12 tahun, tinggal di tenda di Deir al-Balah, Gaza, setelah mengungsi akibat perang dan kehilangan sekolah, teman dan guru yang pernah disayanginya di Al-Nasr. (Gambar: @KentPage / X)

Gaza, MINA – Otoritas pendidikan Palestina kembali menggelar Ujian Pendidikan Menengah Umum, yang dikenal sebagai Tawjihi, di Jalur Gaza setelah sekitar dua tahun terhenti, meskipun infrastruktur pendidikan mengalami kerusakan parah dan berbagai kesulitan akibat perang masih berlanjut.

Jamal Youssef, direktur jenderal ujian di Kementerian Pendidikan Palestina, mengatakan, Kamis (10/9), kerusakan pada sistem pendidikan Gaza sangat mengganggu penyelenggaraan ujian Tawjihi dan memengaruhi puluhan ribu siswa.

Berbicara dalam wawancara di program Tallat Sabah yang disiarkan oleh Radio Al-Rabea, Ma’an Satellite Channel, dan Ma’an Network, Youssef menggambarkan kehancuran fasilitas pendidikan di Gaza sebagai sistematis dan hampir menyeluruh.

Ia mengatakan kementerian dan Komite Ujian Umumnya telah memperkenalkan serangkaian langkah luar biasa sejak awal perang untuk memungkinkan siswa melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan ujian sekolah menengah mereka.

Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban

Salah satu langkah tersebut adalah penerapan kurikulum yang dipadatkan untuk mengimbangi kehilangan pembelajaran dan gangguan berkepanjangan yang dialami siswa.

Otoritas pendidikan juga memperkenalkan ujian elektronik bagi siswa angkatan 2024 dan 2025 serta untuk sesi ujian pertama tahun 2026, menurut Youssef.

Ia mengatakan sesi Tawjihi pertama 2026 digelar di Gaza bersamaan dengan ujian di provinsi-provinsi Palestina lainnya, menandai sesi ujian simultan pertama sejak perang menghentikan proses normal sekitar dua tahun sebelumnya.

Dimulainya kembali ujian ini terjadi ketika sistem pendidikan Gaza terus menghadapi kerusakan infrastruktur yang luas, kekurangan sumber daya, serta pengungsian siswa dan guru.

Baca Juga: Menavigasi Era Digital: Menjaga Fitrah Anak Melalui Cahaya Wahyu

Pejabat Palestina melaporkan bahwa sekitar 90 persen sekolah di Gaza telah rusak atau hancur selama genosida Israel. Tingkat dan kategori kerusakan dapat bervariasi antar penilaian, dengan lembaga internasional membedakan antara sekolah yang terkena serangan langsung, rusak, atau membutuhkan rekonstruksi besar. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Sasar 700 MIS dan MTsS

Rekomendasi untuk Anda