Jakarta, MINA – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari menegaskan keyakinannya bahwa Palestina akan segera merdeka, meski kondisi di wilayah tersebut saat ini terus memburuk akibat pendudukan dan serangan Israel.
Hal itu disampaikan Al-Sattari dalam keterangannya kepada wartawan saat kegiatan Palestine Day yang digelar Smart 171 bersama Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Jumat (21/8).
Dubes Palestina yang berasal dari Gaza itu mengatakan, kondisi di wilayah tersebut dalam tiga tahun terakhir sangat sulit. Masyarakat Palestina, kata dia, setiap hari harus menghadapi serangan, penghancuran rumah, hingga kehilangan tempat tinggal akibat agresi dan pendudukan Israel.
“Situasi di Gaza dalam tiga tahun terakhir sangat sulit. Saya berasal dari Gaza dan saya tahu apa yang terjadi di sana. Rakyat kami sangat menderita. Setiap hari Israel membunuh rakyat Palestina, membom rumah-rumah kami, menduduki dan menghancurkan rumah kami,” ujar Al-Sattari.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Ia menuturkan, penderitaan rakyat Palestina tidak hanya terjadi di Gaza. Di Tepi Barat, warga juga menghadapi serangan, penghancuran rumah, penebangan pohon zaitun, hingga perampasan tanah untuk pembangunan permukiman ilegal.
“Mereka mencuri tanah kami di Tepi Barat dan mendirikan permukiman ilegal setiap hari. Mereka tidak ingin rakyat kami hidup dengan harapan dan damai di rumah serta tanah kami sendiri,” katanya.
Meski demikian, Al-Sattari meyakini pendudukan Israel tidak akan berlangsung selamanya. Kekuatan dan keteguhan rakyat Palestina menjadi alasan dirinya tetap optimistis terhadap masa depan Palestina.
“Rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat tidak akan menghentikan perjuangan dan kami tidak ingin menghentikannya. Kami ingin melanjutkan perjuangan melawan pendudukan,” tegasnya.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang memperkuat keyakinan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pertama, hubungan historis masyarakat Palestina dengan tanah mereka. Kedua, keyakinan bahwa Masjid Al-Aqsa bukan hanya milik rakyat Palestina, tetapi seluruh umat Islam di dunia.
“Kami memiliki keyakinan yang sangat kuat. Kami percaya ini adalah tanah kami. Kami juga percaya bahwa Masjid Al-Aqsa akan bebas, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,” ujarnya.
Ketiga, harapan bahwa umat Kristen juga dapat kembali beribadah dengan bebas di tempat-tempat suci mereka di Bethlehem.
“Anak-anak kami akan melihat kebahagiaan suatu hari nanti, seluruh rakyat kami akan merasakan kebahagiaan dan kami akan segera merasakan kebebasan. Insyaallah,” pungkasnya. []
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
















Mina Indonesia
Mina Arabic