Tel Aviv, MINA – Militer Israel menggelar latihan militer berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan dengan Mesir dan Yordania, sebagai persiapan menghadapi berbagai skenario yang muncul akibat kegagalan mencegah serangan 7 Oktober 2023.
Media berbahasa Ibrani melaporkan Divisi ke-80, yang bertanggung jawab atas wilayah perbatasan selatan, telah merampungkan pelatihan ekstensif bagi pasukannya dengan fokus khusus pada perbatasan dengan Mesir dan Yordania, demikian dikutip dari MEMO, Kamis (10/9).
Latihan tersebut juga mencakup respons cepat terhadap situasi darurat, sembari meningkatkan jumlah personel serta memperkuat kehadiran dan pergerakan pasukan di lapangan.
Laporan tersebut menyebutkan adanya koordinasi erat antara pasukan darat dan angkatan laut untuk menjaga kesiapsiagaan di kota Eilat yang terletak di tepi Laut Merah.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Seorang perwira operasi di Brigade Yoav menyatakan latihan ini telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari jadwal pelatihan rutin dan bukan merupakan respons terhadap peristiwa luar biasa apa pun.
Namun, perwira tersebut mengatakan skala latihan ini menunjukkan perubahan besar dalam pola pikir militer sejak peristiwa 7 Oktober.
Ia mengungkapkan kesadaran bahwa “musuh mengubah pendekatannya dan mereka pun harus mengubah pendekatan mereka”, seraya menambahkan mereka kini tidak hanya bersiap menghadapi insiden terbatas, tetapi juga infiltrasi berskala besar di beberapa titik, skenario yang turut dipraktikkan langsung di lapangan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
















Mina Indonesia
Mina Arabic