Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Karawang Siapkan Mualaf Center, Dampingi WNA yang Masuk Islam

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:34 WIB

50 Views ㅤ

Prosesi syahadat mualaf (foto: IG)

Karawang, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang berencana membentuk Mualaf Center sebagai pusat pembinaan bagi para mualaf menyusul meningkatnya jumlah warga negara asing (WNA) yang memeluk Islam di wilayah tersebut.

Lembaga ini diharapkan menjadi wadah pembinaan keislaman yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi para mualaf, baik warga Indonesia maupun WNA.

Ketua MUI Kabupaten Karawang KH Tajuddin Nur mengatakan, Rabu (5/8) selama ini pendampingan terhadap mualaf masih dilakukan secara sederhana dengan melibatkan keluarga, saksi, pengurus MUI, dan tokoh masyarakat karena belum adanya pusat pembinaan khusus.

Menurutnya, Mualaf Center akan dibangun melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar pembinaan akidah, ibadah, dan pendampingan sosial dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Selain menjadi tempat belajar dasar-dasar Islam, Mualaf Center juga dirancang sebagai ruang silaturahim bagi para mualaf.

MUI berharap dapat mengadakan pertemuan rutin atau reuni para mualaf sehingga mereka memperoleh dukungan moral, memperluas jaringan persaudaraan, dan mendapatkan bimbingan agama secara berkesinambungan.

Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya jumlah WNA yang mengucapkan dua kalimat syahadat di kantor MUI Karawang.

Berdasarkan catatan MUI, hampir setiap bulan terdapat WNA yang memeluk Islam. Sekitar 30 persen dari seluruh mualaf yang dibimbing MUI merupakan warga negara asing yang berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman, hingga Finlandia.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Sebagian datang karena akan menikah dengan warga Indonesia, sementara sebagian lainnya mengaku tertarik mempelajari Islam setelah berinteraksi dengan masyarakat Muslim atau memperoleh hidayah.

KH Tajuddin menegaskan pihaknya memilih berprasangka baik terhadap setiap WNA yang memutuskan masuk Islam.

Menurutnya, tidak semua mualaf asing berpindah agama karena alasan pernikahan. Ia mencontohkan ada WNA asal Korea Selatan yang tetap istiqamah memeluk Islam meski akhirnya tidak menikah dengan warga Indonesia.

Fenomena tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa hidayah Allah SWT dan keramahan masyarakat Indonesia menjadi faktor penting yang menarik minat banyak orang untuk mengenal Islam.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Fenomena meningkatnya jumlah mualaf juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Barat, seperti Sukabumi, Indramayu, dan Tasikmalaya.

Karena itu, MUI Karawang berharap keberadaan Mualaf Center dapat menjadi model pembinaan mualaf yang komprehensif, sehingga para mualaf tidak hanya berhenti pada prosesi syahadat, tetapi juga mampu memahami, mengamalkan, dan mengembangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. []


Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
MINA Preneur
Indonesia
Indonesia