Jakarta, MINA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap pada pendiriannya menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.
MUI menegaskan penolakan ini bukan soal agama, melainkan karena rekam jejak Bocelli yang dinilai sebagai pendukung Israel.
Sementara itu, Front Persaudaraan Islam (FPI) menyatakan siap mengerahkan massa untuk mendukung sikap MUI tersebut.
Konser Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, dalam Forum Group Discussion (FGD) Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/10), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencabut sikap tersebut.
“Kalau ada gelombang penolakan dari publik, apalagi ini suara dari ormas-ormas Islam, berarti ada sesuatu yang tidak diharapkan,” ujar Sudarnoto.
“Pemerintah harus bertanggung jawab. MUI sudah mengingatkan sejak dini,” tegasnya, di hada[pan peserta FGD dari unsur MUI, ormas Islam, lembaga filantropi, organisasi kemanusiaan, dan media.
Rekam Jejak yang Disorot
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
MUI memaparkan data primer dari laporan Jewish Journal serta pemberitaan media terkait, bahwa Bocelli ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana FIDF (Friends of the Israel Defense Forces) di Century City, Los Angeles, AS, pada 2010.
Saat itu terkumpul dana sekitar 8,75 juta dolar AS atau setara Rp136 miliar (kurs Rp15.500).
Menurutnya, Bocelli adalah pendukung Israel secara tidak langsung. Fatwa MUI No. 83/2023 sudah mengatur bahwa mendukung pihak yang mendukung agresi Israel hukumnya haram.
MUI menegaskan penolakan ini sejalan dengan amanah Pembukaan UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan di atas dunia, serta Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
FPI Siap Turun ke Jalan
Ketua Umum DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Muhammad Alatas, yang hadir dalam forum yang sama, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengerahkan massa guna memperkuat sikap MUI.
Menurut Alatas, penolakan ini bukan semata-mata persoalan konser musik, melainkan bentuk sikap terhadap dukungan terhadap perjuangan Palestina dan penolakan terhadap Bocelli pendukung Israel.
“Insya Allah, ormas Islam siap mengikuti arahan Majelis Ulama Indonesia untuk menunjukkan bagaimana kita sangat menolak konser ini,” ujar Alatas.
Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina
Alatas menyebut aksi dapat dilakukan melalui demonstrasi, kampanye di media sosial, hingga mendatangi pihak promotor.
Ia juga mengusulkan agar gerakan penolakan di Jakarta mengikuti pola aksi yang disiapkan di Jawa Tengah, dengan aksi Tabligh Akbar yang digelar bersamaan penyelenggaraan konser untuk menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap Palestina.
Alatas menilai alasan ekonomi dan perputaran uang tidak seharusnya dijadikan pembenaran untuk mengabaikan persoalan kemanusiaan di Palestina. Ia juga mendorong aktivis Palestina memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan kepada Bocelli dan manajemennya dalam berbagai bahasa, termasuk Italia dan Inggris.
Promotor Tetap Jalan
Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!
Sementara itu, promotor Shoemaker Live memastikan konser tetap digelar sesuai jadwal.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya ekosistem pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif .
Pihak promotor juga mengklaim konser ini akan membawa pesan kemanusiaan, dengan donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara terdampak perang.
Namun, MUI menilai klaim tersebut tidak relevan. Sudarnoto menegaskan bahwa jika Bocelli benar-benar peduli kemanusiaan, ia harus menunjukkan penyesalan atas keikutsertaannya dalam penggalangan dana untuk IDF. []
Baca Juga: Annisa Theresia dan Maqdisy Talent Semarakkan Pembukaan BSP 2026
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic