Muslim Keturunan Arab Jadi Direktur Keamanan dan Intelijen Austria

Wina, MINA – Seorang warga muslim Austria keturunan Arab Yordania, Omar Haijawi, ditunjuk sebagai kepala badan keamanan dan intelijen baru negara itu, menyusul banyaknya kritikan   yang menilai negara gagal mencegah serangan yang diduga dilakukan oleh simpatisan ISIS.

Penunjukan Haijawi sebagai Direktur Keamanan dan Intelijen Negara (DSN) mengikuti janji Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer, untuk mengganti  badan kontraterorisme, BVT, dengan organisasi keamanan yang “benar-benar baru”, seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (18/9).

BVT mendapat kritik keras setelah gagal mencegah serangan mematikan di Wina pada November tahun lalu oleh seorang pria berusia 20 tahun dari Makedonia Utara yang bersimpati dengan ISIS. Empat orang tewas dan 23 terluka dalam serangan kekerasan itu.

Penyelidikan terhadap penanganan dan reaksi BVT terhadap serangan pada bulan November menemukan celah dalam cara BVT mengelola basis datanya, yang tidak terpusat dan terdigitalisasi, serta komunikasi yang kacau antara departemen dan adanya persaingan di dalam organisasi.

Menteri Dalam Negeri Nehammer bersumpah pada bulan Februari untuk merestrukturisasi BVT dan akan mendirikan lembaga keamanan baru yang kuat, yang akan bertindak sebagai “benteng republik” Austria.

Haijawi adalah putra seorang dokter Yordania dan perawat Austria, lahir pada tahun 1980 di Austria. Dia bergabung dengan Polisi Federal pada tahun 1999 setelah menyelesaikan sekolah dan pangkat pertamanya brigadir.

Haijawi mengatakan, pernikahan ayah dan ibunya adalah kisah klasik seorang dokter menikahi seorang perawat, dan dia “tidak pernah merasa seperti seorang migran”.

Pada tahun 2017, ia menghadapi gelombang diskriminasi di media sosial setelah ia ditunjuk sebagai kepala termuda Kantor Polisi Kriminal Negara di Lower Austria.

Dia mengatakan dalam sebuah wawancara pada tahun 2020 bahwa ada yang tidak suka dengannya, tapi itu tidak membuatnya merasa tersakiti.

“Saya lahir dan besar di Austria, dan saya merasa 100 persen orang Austria sejati,” kata Haijawi.

Menurutnya, rasa keadilannya mendorongnya untuk menjadi polisi, lebih memilih tantangan menjadi detektif dari pada universitas, meskipun dirinya menyelesaikan gelar sarjana seni pada tahun 2011.

Pengangkatannya dirayakan di media Yordania, yang pertama kali melaporkannya dalam bahasa Arab. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)