Arakan, MINA – Nelayan Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan menghadapi kesulitan berat akibat penangkapan dan pengusiran oleh angkatan laut Myanmar. Kapal mereka disita, mereka diperas, bahkan ditembak di laut.
Sumber lokal menyatakan kepada Arakan News Agency (ANA) pada Selasa (20/1), kapal-kapal militer meningkatkan upaya pengawasan di sepanjang pantai Arakan dengan dalih keamanan, tetapi pada kenyataannya mereka menghentikan kapal-kapal nelayan, melakukan pemerasan dan penangkapan tanpa alasan yang jelas. Dalam beberapa situasi, angkatan laut Myanmar melepaskan tembakan ke laut.
Pada 22 Desember lalu, sebanyak 28 nelayan Muslim ditangkap dan tiga kapal mereka dirampas tidak jauh dari Pulau Pannantha di Kecamatan Pauk Taw Township.
Dalam insiden terpisah, sumber lokal mengatakan bahwa pada tanggal 18 Januari, pasukan angkatan laut militer menangkap enam nelayan dan menyita empat perahu nelayan dari Desa Jet Taw di Kecamatan Thandwe.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Warga melaporkan bahwa kapal perang yang bersandar di tepi pantai tidak hanya menangkap nelayan, tetapi juga melepaskan tembakan sejata berat ke arah pemukiman pesisir yang menimbulkan ketakutan yang meluas kepada masyarakat. Sebagai akibatnya, banyak warga yang meninggalkan rumahnya dan mengungsi demi menjaga keselamatan mereka.
Pernyataan warga menekankan bahwa tindakan militer tersebut semakin memperburuk kondisi masyarakat yang mengakibatkan banyaknya korban luka-luka dan kehilangan nyawa, serta merusak mata pencaharian keluarga nelayan yang bergantung pada hasil laut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
















Mina Indonesia
Mina Arabic