Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu hadir di Pengadilan Distrik di Tel Aviv pada Selasa (12/5) untuk menanggapi tuduhan korupsi ke-86 kalinya.
Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus korupsi besar yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Dakwaan tersebut diajukan pada akhir November 2019. Demikian dikutip dari Anadolu.
Saluran televisi Israel Channel 12 mengatakan pemeriksaan Netanyahu berakhir di Kasus 4000 dan dimulai di Kasus 2000. Pemeriksaan di Kasus 1000 berakhir pada November 2025.
Sejak persidangan korupsinya dimulai pada tahun 2020, Netanyahu telah membantah melakukan kesalahan. Hukum Israel hanya mengizinkan pengampunan presiden setelah terdakwa mengakui kesalahan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kasus 1000 melibatkan tuduhan bahwa Netanyahu dan anggota keluarganya menerima hadiah mahal dari pengusaha kaya sebagai imbalan atas bantuan dan dukungan dalam berbagai hal.
Dalam Kasus 2000, Netanyahu dituduh bernegosiasi dengan Arnon Mozes, penerbit harian Israel Yedioth Ahronoth, untuk mendapatkan liputan media yang menguntungkan.
Kasus 4000 berpusat pada tuduhan bahwa Netanyahu memberikan keuntungan kepada Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Israel Walla dan mantan pejabat di perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan.
Selain persidangan korupsi domestik, Netanyahu telah dicari sejak 2024 oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana lebih dari 72.000 orang telah tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dalam perang brutal sejak Oktober 2023. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic