Yerussalem, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah mengunjungi terowongan yang berada di bawah kawasan Tembok Al-Buraq di Kota Tua Yerusalem Timur, Sabtu (19/9).
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu mengeluarkan pernyataan mengenai lokasi yang disebutnya berkaitan dengan “Holy of Holies” atau “Kudus dari Segala yang Kudus”.
Kunjungan tersebut berlangsung menjelang Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi. Netanyahu datang bersama istrinya, Sara Netanyahu, dengan pengamanan ketat.
Dalam video yang kemudian diunggah melalui akun media sosial resminya, Netanyahu terlihat berada di salah satu terowongan di bawah kawasan Tembok Al-Buraq.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
“Sekarang kami berada di terowongan di Tembok Al-Buraq. Menyentuh batu keberadaan kami merupakan sesuatu yang mengharukan. Kami berada sangat dekat dengan Holy of Holies. Kami di sini dan akan selalu berada di sini,” ujar Netanyahu dalam video tersebut, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Pernyataan itu segera mendapat perhatian luas karena kawasan Tembok Al-Buraq berada di sisi barat kompleks Al-Aqsa dan memiliki posisi sangat sensitif dalam konflik politik, agama, dan sejarah di Yerusalem.
Bersamaan dengan Aksi Pemukim di Al-Aqsa
Kunjungan Netanyahu ke terowongan berlangsung ketika ketegangan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa meningkat.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Pada Ahad (20/9), Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bersama kelompok pemukim Israel memasuki halaman kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan polisi Israel.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta provokasi yang tidak dapat diterima terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Qatar juga menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan tempat ibadah khusus bagi umat Islam dan menolak setiap tindakan sepihak yang bertujuan mengubah status historis dan hukum tempat-tempat suci di Yerusalem.
Menurut laporan Al Jazeera, Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina menyebut sekitar 570 pemukim telah memasuki halaman kompleks Al-Aqsa hingga pukul 10.00 waktu setempat pada Ahad. Mereka dilaporkan melakukan ritual keagamaan Yahudi di kawasan tersebut dalam rangka Yom Kippur.
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Hamas: Serangan terhadap Identitas Al-Aqsa
Gerakan Hamas mengecam kunjungan Netanyahu ke terowongan dan penggalian di bawah kawasan Al-Aqsa serta pernyataannya mengenai “Holy of Holies”.
Hamas menilai tindakan tersebut sebagai serangan terhadap identitas dan status Masjid Al-Aqsa sekaligus provokasi terhadap rakyat Palestina serta masyarakat Arab dan Muslim.
Pernyataan Hamas tersebut juga diberitakan media Timur Tengah, termasuk Shorouk News Mesir dan Tasnim Iran. Tasnim melaporkan bahwa Hamas mengaitkan kunjungan Netanyahu dengan upaya yang mereka nilai sebagai penguatan narasi keagamaan Israel terhadap kawasan Al-Aqsa dan Yerusalem.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza
Kementerian Luar Negeri Saudi melalui Saudi Press Agency menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Riyadh menegaskan kembali penolakannya terhadap tindakan provokatif dan praktik yang disebutnya ilegal dan ekstrem terhadap rakyat Palestina serta tempat-tempat suci di wilayah Palestina. Saudi juga menyerukan masyarakat internasional menjalankan tanggung jawabnya untuk menghentikan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Terowongan yang dikunjungi Netanyahu berada di kawasan Kota Tua Yerusalem dan membentang di bawah area Tembok Barat yang oleh umat Islam dikenal sebagai Tembok Al-Buraq.
Kawasan tersebut merupakan bagian dari lingkungan yang sangat sensitif di sekitar kompleks Al-Aqsa. Karena itu, aktivitas penggalian, arkeologi, ibadah, maupun kunjungan pejabat politik di kawasan tersebut kerap menjadi isu yang memicu ketegangan. []
Baca Juga: Sembilan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic